Membuka perdagangan awal pekan, IHSG bertambah 15,856 poin (0,35%) ke level 4.562,804 didorong oleh sentimen positif dari pasar global dan regional. Investor lakukan aksi beli selektif di saham-saham unggulan.
Meski bergerak dalam rentang tipis, IHSG tidak menyentuh zona merah hingga siang hari ini. Saham-saham konsumer dan konstruksi menahan indeks tetap positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi ambil untung terjadi di saham-saham tambang, aneka industri, dan infrastruktur. Tapi aksi ini belum bisa menjegal indeks sampai jatuh ke zona merah.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 85.291 kali pada volume 4,406 miliar lembar saham senilai Rp 3,413 triliun. Sebanyak 156 saham naik, sisanya 71 saham turun, dan 97 saham stagnan
Bursa di Asia masih kompak bertahan di zona hijau. Aksi beli marak terjadi berkat sentimen positif dari pasar global terutama Wall Street yang salah satu indeksnya berhasil cetak rekor tertinggi sepanjang masa.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 24,77 poin (1,13%) ke level 2.218,55. Â
- Indeks Hang Seng naik 136,88 poin (0,59%) ke level 23.476,98. Â
- Indeks Nikkei 225 menguat 114,19 poin (0,78%) ke level 14.675,73. Â
- Indeks Straits Times bertambah 4,84 poin (0,15%) ke level 3.197,74. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.200, Lion Metal (LION) naik Rp 350 ke Rp 14.000, Unilever (UNVR) naik Rp 250 ke Rp 31.050, dan Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 200 ke Rp 5.800.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mandom (TCID) turun Rp 500 ke Rp 10.000, Nipress (NIPS) turun Rp 400 ke Rp 9.800, BRI (BBRI) turun Rp 150 ke Rp 8.050, dan Tower Bersama (TBIG) turun Rp 100 ke Rp 5.650.
(ang/dru)











































