RUPSLB Bakrie Sumatera Setujui Right Issue 8:7
Rabu, 10 Nov 2004 12:57 WIB
Jakarta - Pemegang saham PT Bakrie Sumatera Plantation tbk (UNSP) menyetujui right issue atau penerbitan saham baru perseroan sebesar Rp 217,5 miliar dengan rasio 8 saham lama mendapat 7 saham baru. Harga penawaran right issue itu sebesar Rp 200 dengan nominal Rp 100. Jumlah saham baru yang dikeluarkan dalam right issue itu sebesar 1.000.087.000 saham. Sebelumnya UNSP telah melakukan stock split 1 banding 5 sehingga saat ini total saham UNSP kurang lebih 2 miliar saham. "Right issue perseroan disetujui 100 persen oleh pemegang saham. Dengan adanya dana segar ini, maka kinerja perusahaan yang sebelumnya tertekan akan menjadi lebih bagus setelah right issue sesuai standar industri," kata Dirut UNSP Ambono Janurianto usai RUPSLB di Hotel Inter Continental, Jakarta, Rabu (10/11/2004).Menurut Ambono, dana dari right issue akan digunakan pertama untuk akuisisi kebun karet di Lampung seluas 4400 hektar senilai Rp 90 miliar. Kedua, akuisisi fasilitas pabrik kelapa sawit di Jambi sebesar 85 persen dengan nilai Rp 85 miliar. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 60 ton tbs per jam. Ketiga, untuk dana capex dalam rangka pembangunan pabrik kelapa sawit di kisaran Sumatera Utara senilai Rp 150 miliar. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 40-50 ton tbs per jam yang akan mulai dibangun akhir Januari 2005 dan diharapkan beroperasi pada Juni 2006. Keempat, untuk membayar sebagian utang sebesar Rp 27 miliar sehingga total utang yang sebelumnya sebesar US$ 57 juta berkurang menjadi US$ 51 juta. Utang ini akan jatuh tempo pada tahun 2006. Ambono juga menjelaskan, akuisisi kebun karet pada tahun depan diharapkan menambah pedapatan penjualan kepada UNSP sebesar Rp 80 miliar dengan laba bersih Rp 20 miliar. Sedangkan kontribusi dari pabrik kelapa sawit diharapkan menambah pendapatan Rp 45 miliar. Hingga akhir tahun 2004, penjualan diperkirakan mencapai Rp 600 miliar dimana per September 2004 telah mencapai Rp 448,318 miliar. Untuk laba bersih sampai akhir tahun diperkirakan Rp 100 miliar dimana per September 2004 telah mencapai Rp 60 miliar. "Namun untuk laba bersih Rp 100 miliar itu dengan asumsi tidak ada rugi kurs karena potensi rugi kurs masih sebesar Rp 30 miliar jika melihat Rupiah masih berada di Rp 9.000 padahal tahun lalu hanya Rp 8.400," kata Ambono.Namun laba bersih akhir tahun itu menurut Ambono diperkirakan tidak lebih kecil dibandingkan laba bersih tahun 2003 yang sebesar Rp 80 miliar. Untuk tahun 2004 UNSP memproyeksikan pendapatan diatas Rp 700 miliar.
(qom/)











































