Astra Grup Anggarkan Capex 2005 US$ 600 Juta
Rabu, 10 Nov 2004 17:57 WIB
Jakarta - PT Astra Internastional Tbk menyediakan dana investasi (capital expenditure/ capex) tahun 2005 sebesar US$ 600 juta sampai US$ 700 juta. Dana tersebut merupakan biaya investasi seluruh anak perusahaan di Astra Grup.Perincian biaya capex tersebut adalah untuk investasi PT Pama Persada dalam rangka proyek Kaltim Prima Coal (KPC) senilai US$ 200 juta. PT Pama ada di bawah United Tractor Tbk, di mana dana capex tersebut berasal dari pinjaman Bank. Sebesar US$ 140 juta digunakan untuk investasi pabrik Honda Motor di Cibitung, Jawa Barat.Sebesar US$ 50 sampai US$100 juta untuk akuisisi perkebunan dan pembayaran hutang obligasi di PT Astra Agro Lestari Tbk. Sebesar US $ 50 juta untuk pembangunan cabang baru dealer Toyota, Daihatsu dan Honda motor serta sebesar US$ 35 juta untuk pengembangan car rental company PT Astra Otoparts Tbk (AUTO).Demikian disampaikan Direktur Keuangan ASII, John Slack kepada wartawan dalam publik ekspos di kantor Astra, Jl. Gaya Motor, Sunter, Jakarta Utara, Rabu (10/11/2004).Slack juga menjelaskan, pertumbuhan pendapatan Astra Grup pada tahun 2005 diperkirakan lebih dari 10 persen. Di mana pada tahun ini setelah melakukan revisi pertumbuhan pendapatan Astra mencapai 15 persen.Menurut Slack, untuk tahun buku 2004 perseroan akan meningkatkan jumlah pembayaran deviden, di mana pada tahun lalu sebesar 25 persen. "Kalau tahun ini kita perkirakan lebih dari 25 persen tapi persisnya saya belum tahu," ungkap Slack.Sementara itu Dirut Astra, Budi Setiadharma mengatakan, pembayaran divestasi 51 persen PT Bank Permata Tbk penutupannya akan dilakukan pada Kamis (11/10). Di mana untuk persetujuan divestasi Bank Permata akan dilakukan RUPS pada 23 November.Mengenai rencana divestasi lanjutan saham Bank Permata sebesar 20 persen yang dilakukan PT PPA (Perusahaan Pengelola Aset), menurut Budi tidak tertutup kemungkinan Astra akan ikut kembali. Namun, lanjutnya, hal itu tergantung kondisi pasar serta melihat apakah harga yang ditawarkan cukup pantas dari sisi keuangan Astra."Yang pasti saat ini kita sudah mayoritas, sehingga kalau tidak tambah pun tetap akan menjadi mayoritas," tutur Budi.
(djo/)











































