Sementara omzet alias pendapatan tercatat sebesar Rp 26,8 triliun di akhir September 2013, naik dibandingkan posisi tahun lalu periode yang sama Rp 23,8 triliun. Sumbangan pendapatan terbesar masih dari bisnis penerbangan berjadwal.
Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan Garuda, Kamis (31/10/2013), beban keuangan maskapai pelat merah itu naik cukup tinggi, yaitu dari Rp 22,9 triliun menjadi Rp 26,6 triliun dalam sembilan bulan pertama tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beban keuangan yang cukup tinggi senilai Rp 443 miliar, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 126,9 miliar, membuat perusahaan yang bermarkas di Tangerang ini menderita rugi sebelum pajak Rp 95,5 miliar dibandingkan sebelumnya laba sebesar Rp 853,4 miliar.
Dengan demikian, rugi bersih periode berjalan Garuda mencapai 220 miliar di triwulan III-2013, dibandingkan dengan laba Rp 600 miliar di tahun lalu periode yang sama.
Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 10.50 waktu JATS, sahamnya turun 5 poin (-1%) ke level Rp 495 per lembar. Sebanyak 5.219 lot sahamnya diperdagangkan 160 kali senilai Rp 1,3 miliar.
(ang/dnl)











































