Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan Sampoerna, Jumat (1/11/2013), pendapatan perseroan naik cukup tinggi dari Rp 48,45 triliun di tahun lalu menjadi Rp 54,69 triliun di akhir September tahun ini.
Beban pokok penjualan ikut naik tinggi menjadi Rp 40,3 triliun selama sembilan bulan pertama tahun ini, bandingkan dengan tahun sebelumnya Rp 34,9 triliun. Beban ini membuat laba kotor perseroan naik tipis menjadi Rp 14,3 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh pos laba Sampoerna mengalami kenaikan yang tipis atau bisa dibilang stagnan. Hal ini juga terjadi pada laba per saham dasar perseroan, yaitu dari Rp 1.695 per lembar menjadi Rp 1.722 per lembar.
Pada penutupan perdagangan sesi I, harga saham Sampoerna turun 700 poin (-1,05%) ke level Rp 66.200 per lembar. Sahamnya diperdagangkan dua kali dengan volume tiga lot senilai Rp 99,6 juta.
Sejak awal tahun ini saham Sampoerna sudah memberikan imbal hasil sebesar 8,52%, sementara jika dibandingkan dengan posisi tahun lalu pada hari yang sama sahamnya sudah naik 26,34%.
(ang/dnl)











































