IHSG 'Terbakar' di Akhir Pekan, Jatuh 78 Poin

IHSG 'Terbakar' di Akhir Pekan, Jatuh 78 Poin

- detikFinance
Jumat, 01 Nov 2013 16:10 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 'terbakar' aksi ambil untung di akhir pekan sampai jatuh 78 poin. Tekanan jual yang cukup tinggi melanda perdagangan di bursa sejak pembukaan perdagangan.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 11.330 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.080 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka melemah 31,737 poin (0,70%) ke level 4.478,179 terkena tekanan jual dan harus kembali ke level 4.400-an. Indeks dapat sentimen negatif dari pasar saham Wall Street yang semalam melemah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks langsung meluncur tajam sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Meski demikian indeks sempat positif sebentar tapi setelah itu jatuh ke posisi terendahnya di 4.432,589.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG anjlok 50,666 poin (1,12%) ke level 4.459,965 atas maraknya aksi jual saham unggulan dan lapis dua. Indeks banyak menghabiskan waktu di teritori negatif dari pagi tadi.

Mayoritas indeks sektoral di lantai bursa terkena koreksi, hanya satu sektor yang masih bisa menguat. Saham-saham unggulan dan lapis dua jadi sasaran aksi jual investor.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (1/11/2013), IHSG ditutup anjlok 78,042 poin (1,73%) ke level 4.432,589. Sementara Indeks LQ45 ditutup terjun bebas 15,523 poin (2,06%) ke level 739,284.

Sentimen dari melemahnya bursa AS dan regional, ditambah dengan The Fed yang diprediksi akan mulai mengurangi program stimulusnya membuat pelaku pasar was-was.

Badan Pusat Statistik (BSP) melaporkan tingkat inflasi selama bulan Oktober 2013 sebesar 0,09%. Inflasi tahun kalender (Januari-Oktober 2013) sebesar 7,66% dan inflasi tahunan (yoy) tercatat 8,32%.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 156.513 kali pada volume 4,071 miliar lembar saham senilai Rp 4,801 triliun. Sebanyak 70 saham naik, sisanya 189 saham turun, dan 93 saham stagnan.

Bursa-bursa regional menutup perdagangan akhir pekan dengan mixed. Pelaku pasar banyak menahan diri karena ada sentimen negatif yang beredar dari pasar global.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 7,95 poin (0,37%) ke level 2.149,56.  
  • Indeks Hang Seng menguat 43,42 poin (0,19%) ke level 23.249,79.  
  • Indeks Nikkei 225 turun 126,37 poin (0,88%) ke level 14.201,57.  
  • Indeks Straits Times melemah 9,55 poin (0,30%) ke level 3.201,12.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Merck (MERK) naik Rp 12.000 ke Rp 182.000, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 4.500 ke Rp 364.500, Astra Agro (AALI) naik Rp 1.000 ke Rp 19.600, dan Sona Topas (SONA) naik Rp 700 ke Rp 3.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Nipress (NIPS) turun Rp 1.350 ke Rp 8.000, Indocement (INTP) turun Rp 900 ke Rp 20.000, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 850 ke Rp 66.050, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 800 ke Rp 36.100.

(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads