Sudah Oversold, IHSG Melemah Terbatas

Rekomendasi Saham

Sudah Oversold, IHSG Melemah Terbatas

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 04 Nov 2013 08:10 WIB
Sudah Oversold, IHSG Melemah Terbatas
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu 'terbakar' aksi ambil untung di akhir pekan sampai jatuh 78 poin. Tekanan jual yang cukup tinggi melanda perdagangan di bursa sejak pembukaan perdagangan.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (1/11/2013), IHSG ditutup anjlok 78,042 poin (1,73%) ke level 4.432,589. Sementara Indeks LQ45 ditutup terjun bebas 15,523 poin (2,06%) ke level 739,284.

Saham-saham di bursa Wall Street AS ditutup positif pada perdagangan Jumat, akhir pekan. Ini didorong oleh solidnya data industri manufaktur di AS dan China, serta positifnya penjualan mobil di AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 69,8 poin (0,45%) ke level 15.615,55. Indeks S&P500 naik 5,1 poin (0,29%) ke level 1.761,64. Sementara Indeks Nasdaq naik 2,34 poin (0,06%) ke level 3.922,04.

Hari ini IHSG diperkirakan masih akan terkena tekanan sentimen negatif sehingga bergerak mixed cenderung melemah. Atas posisinya yang oversold, pelemahan IHSG mulai terbatas.

Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:

  • Indeks Straits Times naik 5,88 poin (0,18%) ke level 3.207,08.
  • Indeks KOSPI turun 12,09 poin (0,59%) ke level 2.027,33. Β 

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
First Asia Capital
Sepekan kemarin IHSG bergerak melemah. Hal ini dikarenakan buruknya kondisi dalam negeri yang dipicu oleh demo buruh. Selain itu pada akhir pekan BPS memberikan bonus berupa pengumuman inflasi dan defisit neraca perdagangan. Memang angka inflasi sangat baik. Inflasi oktober hanya sebesar 0,09% seharusnya dapat menjadi sentimen positif. Akan tetapi angka defisit neraca perdagangan kembali mengalami defisit sebesar USD 657,2 juta. Angka ini sangat mengecewakan karena pemerintah gagal melaksanakan pekerjaan rumahnya dalam mengendalikan import migas. Hal ini membuat defisit neraca perdangan menjadi sebesar USD 6,26 miliar. Faktor demo buruh juga menyebabkan hampir selama sepekan kemarin beberapa perusahaan menufaktur tidak dapat melakukan produksi dengan optimal. Hal ini dapat berpengaruh ke Purchasing Manager Indeks Indonesia yang dapat turun hingga di bawah 50. Padahal PMI Indonesia dibulan oktober 2013 meningkat ke posisi 50,9 dari bulan sebelumnya 50,2.

Faktor laporan keuangan juga menjadi sentimen yang mempengaruhi pasar. Dalam hal ini beberapa emiten mengalami pelemahan dalam laporan keuangannya. Sementara dari luar, sentimen positif bermunculan. Data manufaktur China naik menjadi 51,4% di Oktober.Selan itu Bank of Japan (BoJ) menyatakan negara dengan kekuatan ekonomi ketiga terbesar dunia itu tengah mengalami kemajuan setelah mencatat inflasi 2%. Pasar Amerika juga ditutup positif pada akhir pekan ini.

Untuk pekan depan IHSG masih akan berpotensi terkoreksi. Masih belum kondusifnya kondisi buruh yang menuntut upah tinggi, data defisi neraca perdagangan hingga prediksi turunnya tingkat pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan turunnya laba emiten akan menjadi sentimen negatif yang kuat. Pertumbuhan ekonomi di prediksi hanya sebesar 5,6-5,8%. Akan tetapi bursa global yang bergerak positif dapat menjadi katalis yang menyebabkan IHSG tidak terkoreksi dengan cepat. Saat ini saya melihat support IHSG berada di level 4350. Dan secara teknikal IHSG masih memiliki gap di 4200. Investor sebaiknya mulai menjaga posisi kas dan melihat emiten yang masih dapat membukukan kenaikan pendapatan yang signifikan.

KDB Daewoo Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu IHSG ditutup turun -78.04 poin (-1.73%) ke 4,432.59 dengan jumlah transaksi sebanyak 8 juta lot atau setara dengan Rp4.7 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+1.87%), sektor basic-industries (-3.09%), sektor construction and property (-2.49%), sektor consumer goods (-1.53%), sektor finance (-2.01%), sektor infrastructure (-1.53%), sektor mining (-0.83%), sektor misc-industries (-2.21%), dan sektor trade (-1.23%).

Tercatat sebanyak 70 saham mengalami penguatan, 189 saham mengalami penurunan, 93 saham tidak mengalami perubahan dan 133 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.l. AALI (+5.38%), ACES (+6.56%), ADRO (+1.96%), INVS (+6.49%), dan TPIA (+3.79%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BBRI (-3.16%), ASII (-2.26%), BMRI (-2.91%), TLKM (-2.13%), dan BBNI (-4.69%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp546 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BBRI, BMRI, PGAS, PTBA, dan UNVR. Mata uang Rupiah terdepresiasi 11,335 per Dollar AS.

Secara teknikal penurunan IHSG akhir pekan lalu membuat stochastic memasuki area oversold, MACD death cross, sehingga untuk hari ini kami perkirakan masih tetap melanjutkan penurunan namun mulai terbatas dikarenakan volume hari ini yang mulai menurun. Dengan support 4,403 dan resistance 4,521. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: ACES, ADRO, BWPT.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads