Direktur Utama Kimia Farma Rusdi Rusman menjelaskan penurunan laba bersih ini dikarenakan pergeseran tender yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pengaruh rugi kurs. Namun pada triwulan IV, BUMN farmasi ini optimis meraup pendapatan yang tinggi.
"Ini lebih karena pergeseran proyek pemerintah saja yang belum selesai. Ada sedikit beban kurs. Tapi nanti naik di triwulan IV," ucap Rusdi kepada detikFinance, Senin (4/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beban usaha perseroan juga meroket cukup tinggi dari Rp 713,34 miliar menjadi Rp 639,47 miliar. Kimia Farma juga mencatat peningkatan kerugian kurs dari Rp 1,54 miliar ke angka Rp 4,40 miliar.
Pada perdagangan hari ini, harga saham Kimia Farma stagnan di posisi Rp 610 per lembar. Sebanyak 475 lot sahamnya ditransaksikan 52 kali senilai Rp 145 juta.
Sahamnya masih memberikan imbahl hasil alias selisih investasi yang minus jika dilihat dari awal tahun sampai hari ini (year to date), tepatnya -17,57%. Dalam setahun terakhir (year on year) sahamnya tumbuh 15,09%.
(hen/ang)










































