Produsen ponsel Z10 itu akan mencari utang hingga US$ 1 miliar (Rp 10 triliun) demi menambah modal. Sayangnya tidak disebutkan bentuk utang tersebut, apakah dalam bentuk pinjaman perbankan, penerbitan surat utang atau instrumen utang lainnya.
"Utang ini akan memberikan suntikan dana tambahan yang sangat dibutuhkan Blackberry, sekaligus memperbaiki posisi kas kami," kata Barbara Stymiest, salah satu petinggi Blackberry dikutip dari Reuters, Selasa (5/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati harga sudah ditentukan, pengumuman resmi mengenai pembelian ini terjadi pada 4 November waktu setempat. Keluarlah pengumuman yang mengejutkan, BlackBerry batal dijual dan mengeser CEO Thorsten Heins.
Heins akan turun dari jabatannya, lalu mantan CEO Sybase John Chen akan jadi CEO pengganti sementara. Atas pengumuman yang mengejutkan ini, saham BlackBerry jatuh ke titik terendah dalam 10 tahun terakhir.
(ang/ang)











































