PT Adaro Energy Tbk (ADRO)
|
|
Laba bersihnya juga ikut anjlok sebanyak 47% ,menjadi hanya US$ 183 juta (R0 1,8 triliun) dibandingkan sebelumnya US$ 346 juta (Rp 3,4 triliun).
Meski demikian, dalam siaran pers manajemen Adaro menyatakan berhasil mencetak rekor kuartalan tertinggi produksi batubara yaitu sebesar 13,73 Mt dan melanjutkan penurunan biaya kas batubara menjadi US$ 34,68 per ton serta menurunkan belanja modal sebesar 71%.
"Kami tetap yakin bahwa batubara termal masih memiliki prospek yang positif dalam jangka panjangΒ dan akan bekerja keras untuk meningkatkan pengembalian bagi para pemegang saham," kata manajemen.
PT ABM Investama Tbk (ABMM)
|
|
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, pada Januari-September 2013, pendapatan ABM mencapai US$ 599,64 juta turun tipis 8,5% dibandingkan periode tahun sebelumnya di US$ 655,34 juta. Hal ini disebabkan penurunan harga komoditi tambang batubara.
Pendapatan perseroan cukup stabil akibat kenaikan kapasitas listrik yang diproduksi oleh Sewatama. Sewatama meningkatkan kapasitasnya menjadi 1.060 megawatt (MW) di bulan September 2013 dari sebelumnya 1.010 MW di akhir tahun 2012 dan hanya 978 MW di bulan September 2012.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
|
|
Selain laba, pendapatan perseroan juga turun dari akhir Desember 2012 sebesar Rp 27,6 triliun menjadi Rp 26,5 triliun di akhir September tahun ini. Anjloknya pendapatan dan laba diakibatkan turunnya produksi dan harga jual batubara.
Anak usahanya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), juga mengalami hal yang sama. Pendapatannya turun di akhir September 2013 secara tahunan, yaitu dari Rp 170 miliar menjadi hanya Rp 152 miliar.
Kerugiannya juga bengkak menjadi Rp 336 miliar selama sembilan bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 139 miliar.
PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA)
|
|
Sementara pendapatan alias omzet perseroan dibukukan sebesar Rp 8,12 triliun di triwulan III-2013, turun dari posisi tahun lalu pada periode yang sama Rp 8,72 triliun.
"Masing-masing dari penjualan ekspor sebesar Rp 4,46 triliun dan penjualan domestik sebesar Rp 3,64 triliun," ujar Direktur Keuangan Bukit Asam Ach Sudarto.
Ia menerangkan, penjualan batubara perseroan mencapai 13,24 juta ton selama 9 bulan di 2013. Penjualan tersebut mengalami kenaikan sekitar 17% dibandingkan dengan penjualan pada periode yang sama tahun lalu yakni 11,36 juta ton.
PT Berau Coal Tbk (BRAU)
|
|
Penjualannya turun tapi beban malah naik menjadi US$ 808 juta dari sebelumnya hanya US$ 744 juta. Akibatnya laba kotor juga jadi turun menjadi US$ 275 juta di sembilan bulan pertama tahun ini dibandingkan US$ 377 juta tahun lalu.
Setelah dipotong pajak dan biaya operasi lainnya, alhasil perseroan menderita rugi US$ 31 juta di triwulan III-2013. Rugi ini sedikit berkurang dibandingkan posisi tahun sebelumnya US$ 114 juta.
Halaman 2 dari 6











































