Perceraian Bakrie-Bumi PLC Molor, Dibahas Lagi 4 Desember

Perceraian Bakrie-Bumi PLC Molor, Dibahas Lagi 4 Desember

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Jumat, 08 Nov 2013 11:22 WIB
Perceraian Bakrie-Bumi PLC Molor, Dibahas Lagi 4 Desember
London - Perusahaan tambang asal London Bumi PLC membuka kembali pembahasan untuk memisahkan diri dari Grup Bakrie setelah molor beberapa bulan. Rencana 'perceraian' ini akan dibahas dalam rapat pemegang saham pada 4 Desember mendatang.

Pemegang saham akan diminta voting terkait keputusan tersebut, yaitu menjual 29,2% kepemilikan Bumi PLC di perusahaan tambang batubara terbesar di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yang dikuasai Grup Bakrie.

Seperti dikutip dari Wall Street Journal, Jumat (8/11/2013), jika pemegang saham sepakat maka Grup Bakrie harus membeli saham-sahamnya itu dengan nilai US$ 501 juta (Rp 5 triliun) guna memutuskan hubungan dengan perusahaan hasil kongsinya dengan pebisnis Nathaniel Rothschild tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masih dalam rencana perceraian itu, komisaris Bumi PLC Samin Tan, melalui perusahaan miliknya PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) berniat membeli sisa saham minoritas Grup Bakrie di Bumi PLC senilai US$ 223 juta (Rp 2,23 triliun). Jika itu terlaksana, maka Samin akan menguasai lebih dari 50% saham Bumi PLC.

Seperti diketahui Grup Bakrie sudah memenangkan pertarungan dengan Nathaniel Rothschild atas Bumi PLC dalam RUPSLB yang digelar di Inggris, London, Februari lalu.

Atas kemenangan itu, Bakrie Group harus menyiapkan dana untuk membeli kembali (buyback) seluruh saham BUMI yang dipegang Bumi PLC.

Oktober tahun lalu, Grup Bakrie sudah memutuskan untuk putus hubungan dengan Rothschild dan Bumi PLC. Namun kesepakatan perceraiannya sudah banyak berubah sejak RUPSLB yang digelar di Inggris awal tahun ini.

Kesepakatan terakhir adalah BORN, yang dikendalikan Samin Tan, membeli 24% saham Bumi PLC dari Grup Bakrie senilai US$ 223 juta.

Setelah itu Grup Bakrie akan membeli 29% saham BUMI yang dipegang Bumi PLC senilai US$ 501 juta. Hal ini membuat para analis pesimistis Grup Bakrie bisa menyediakan uang sebanyak itu dalam waktu dekat.

Semua berawal pada November 2010 silam, Vallar Plc, perusahaan raksasa milik keluarga Rothschild mengambil alih 75% saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) dan 25% saham BUMI senilai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 27 triliun.

Vallar Plc merupakan perusahaan investasi milik keluarga Rothschild yang merupakan bankir terkaya di dunia. Kala itu, Vallar baru saja menggelar IPO raksasa di Bursa London senilai US$ 1,07 miliar atau Rp 9 triliun pada Juli 2010.

BNBR menandatangani perjanjian jual beli dengan Vallar Plc untuk melepaskan 5,2 miliar saham BUMI di Rp 2.500 untuk mendapatkan 90,1 juta saham baru Vallar, di mana BNBR akan menerima 50,5 juta saham baru di Vallar seharga 10 poundsterling per saham.

Setelah transaksi itu, BNBR menjadi induk usaha Vallar Plc, sedangkan Vallar Plc akan menjadi pemegang 25% saham BUMI. Vallar Plc pun berganti nama menjadi Bumi Plc.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads