Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka berkurang 43,056 poin (0,76%) ke level 4.452,757 terkena tekanan jual di awal perdagangan. Indeks kompakan jatuh bersama bursa-bursa di Asia.
Anjloknya bursa Wall Street semalam langsung memberi tekanan jual langsung terjadi sejak pembukaan perdagangan. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau hingga siang hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Delapan sektor jatuh ke zona merah, hanya dua yang masih menguat yaitu sektor tambang dan perdagangan. Indeks bahkan sempat jatuh ke level 4.446,484.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 77.810 kali pada volume 2,16 miliar lembar saham senilai Rp 2,478 triliun. Sebanyak 78 saham naik, sisanya 122 saham turun, dan 106 saham stagnan.
Pergerakan bursa-bursa di Asia masih seperti pagi tadi, semuanya masih terjebak di teritori negatif. Sentimen negatif bursa global membuat pelaku pasar ragu-ragu berburu saham.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 22,68 poin (1,06%) ke level 2.106,72. Â
- Indeks Hang Seng melemah 134,50 poin (0,59%) ke level 22.746,53. Â
- Indeks Nikkei 225 jatuh 183,86 poin (1,29%) ke level 14.044,58. Â
- Indeks Straits Times turun 17,30 poin (0,54%) ke level 3.184,80. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lion Metal (LION) naik Rp 1.200 ke Rp 14.000, Waran Inovisi (INVS-W) naik Rp 560 ke Rp 1.160, Matahari (LPPF) naik Rp 550 ke Rp 11.650, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 350 ke Rp 35.200.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 350 ke Rp 5.150, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 300 ke Rp 13.550, Indosat (ISAT) turun Rp 275 ke Rp 3.675, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 20.800.
(ang/dru)











































