Seperti dikutip Reuters dari risetnya IdealRatings, Selasa (12/11/2013), perusahaan tersebut sudah memeriksa saham Twitter atas permintaan dari manajer investasi dan investor individu yang rata-rata muslim dari seluruh dunia.
Para manajer investasi syariah selama ini sangat ketat dalam menyeleksi instrumen investasinya, di antaranya tidak mengandung tembakau, alkohol, dan judi. Contoh lain adalah tidak melibatkan perusahaan yang memakai bunga pembayaran tinggi atau punya banyak utang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara saham-saham yang bertolak belakang dengan prinsip Syariah antara lain Citigroup karena tingkat bunganya, produsen barang mewah LVMH (Louis Vuitton Moet Hennessy) karena memproduksi alkohol.
Saat ini ada sekitar 786 perusahaan investasi muslim di seluruh dunia dengan perputaran uang hingga US$ 46 miliar (Rp 460 triliun) di akhir September lalu, naik dari posisi akhir 2012 lalu US$ 41 miliar (Rp 410 triliun).
(ang/dnl)











































