Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 11.590 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.400 per dolar.
Dolar sempat naik cukup tinggi hingga ke posisi tertingginya hari ini di Rp 11.670 sekitar perdagangan siang tadi. Penguatan dolar ini bisa sedikit diredam menjelang penutupan perdagangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Naiknya tingkat suku bunga acuan alias BI Rate dan melemahnya nilai tukar rupiah jadi sentimen negatif. Sentimen itu menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia belum membaik dan inflasi akan tinggi hingga akhir tahun.
Hal itu memicu aksi jual oleh investor lokal dan asing. Indeks pun memerah sejak pembukaan perdagangan, jatuh sampai ke titik terendahnya hari ini di 4.284,030.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG anjlok 85,534 poin (1,95%) ke level 4.295,106. Aksi jual marak dilakukan investor gara-gara banyak sentimen negatif yang beredar.
Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual sehingga terpangkas sangat dalam. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti di sektor komoditas dan finansial memimpin pelemahan.
Menutup perdagangan, Rabu (12/11/2013), IHSG jatuh 78,749 poin (1,80%) ke level 4.301,891. Sementara Indeks LQ45 anjlok 16,357 poin (2,24%) ke level 714,798.
Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun melemah, tak satu pun mampu menguat. Koreksinya cukup dalam, rata-rata lebih dari satu persen bahkan ada yang sampai tiga persen.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 157.286 kali pada volume 4,889 miliar lembar saham senilai Rp 5,453 triliun. Sebanyak 41 saham naik, sisanya 233 saham turun, dan 73 saham stagnan.
Bursa-bursa regional berakhir di zona merah hari ini dengan poin yang terpangkas cukup dalam. Pelaku pasar regional banyak lepas saham gara-gara
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 38,83 poin (1,83%) ke level 2.087,94. Â
- Indeks Hang Seng amblas 437,58 poin (1,91%) ke level 22.463,83. Â
- Indeks Nikkei 225 berkurang 21,52 poin (0,15%) ke level 14.567,16. Â
- Indeks Straits Times melemah 11,28 poin (0,35%) ke level 3.168,97. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 37.400, Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 21.200, Surya Toto (TOTO) naik Rp 200 ke Rp 7.600, dan Toba Pulp (INRU) naik Rp 200 ke Rp 1.350.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.700 ke Rp 66.000, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 550 ke Rp 12.900, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 31.500, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 18.800.
(ang/dru)











































