Indeks Saham Naik 5,961 Poin

Didorong Saham Telkom

Indeks Saham Naik 5,961 Poin

- detikFinance
Senin, 22 Nov 2004 16:22 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mencatat kenaikan pada penutupan perdagangan Senin (22/11/2004) setelah seminggu libur lebaran pada posisi 939,991 atau naik 5,961 poin. Meski indeks dinilai sudah alami kejenuhan untuk naik, namun kenaikan harga saham Telkom dan Bank Mandiri kembali membuat indeks mencapai rekor baru.Indeks LQ-45 naik 1,470 poin pada level 205,727, JII naik 3,006 poin pada level 156,937, MBX naik 1,946 poin pada level 250,031 dan DBX turun 0,157 poin pada level 219,499.Perdagangan di pasar reguler berlangsung ramai dengan transaksi yang terjadi sebanyak 14.846 kali pada volume 2.076.354 lot saham senilai Rp 1,236 triliun. Sebanyak 60 saham naik, 62 saham turun dan 252 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainers diantaranya: Telkom naik Rp 225 menjadi Rp 4.950, Bank Mandiri naik Rp 75 menjadi Rp 1.775, Indocement Tunggal Prakarsa naik Rp 50 menjadi Rp 2.375, Bank Danamon naik Rp 50 menjadi Rp 3.850, Gajah Tunggal naik Rp 25 menjadi Rp 600, Kalbe Farma naik Rp 25 menjadi Rp 575. Sedangkan yang turun harganya di top lossers diantaranya: HM Sampoerna turun Rp 300 menjadi Rp 6.750, Astra Internasional turun Rp 100 menjadi Rp 8.450, Bank Central Asia turun Rp 50 menjadi Rp 2.700, Bank Lippo turun Rp 25 menjadi Rp 625 dan BRI turun Rp 25 menjadi Rp 2.125.Menurut Edwin Sinaga dari Kuo Capital Raharja kenaikan indeks masih dimotori oleh saham Telkom meskipun sebenarnya indeks sudah mengalami kejenuhan karena kenaikan yang terus menerus. Edwin menilai kenaikan ini sedikit semu pasalnya kondisi saat ini seharusnya indeks terlebih dahulu mengalami konsolidasi sebelum adanya penguatan kembali. Oleh karena itu disarankan agar investor ritel mewaspadahi kenaikan indeks yang kini telah menembus level baru. Pasalnya para pemain yang memburu saham ditengari mereka yang sudah membeli pada saat indeks di level 700 dan 800 dan ini bisa saja merupakan strategi untuk memancing investor lain mengikuti sebelum akhirnya dilepas."Ini agar investor ritel tidak terjebak oleh permainan investor-investor besar," kata Edwin Sinaga. Apalagi, lanjutnya, bursa regional juga tidak mengalami kenaikan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir ini. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads