"Utangnya Rp 6,7 triliun. Kita berniat untuk mengurangi utang sebesar Rp 2,5-3 triliun. Kalau agresif sebenarnya tahun depan itu bisa Rp 3,5 triliun," ungkap Direktur Keuangan BNBR Eddy Soeparno dalam paparan publik tahun 2014, di Gedung Bakrie Tower, Jumat (22/11/2013)
Ia menuturkan, langkah penurunan utang sebenarnya telah dimulai pada pertangahan tahun 2013. Seperti dengan memulai efisiensi beberapa perusahaan, dan melakukan penjualkan aset dari beberapa perusahaan yang memiliki prospek bagus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk utang jatuh tempo jangka pendek, menurut Eddy sebesar 67% akan diperpanjang. Dengan demikian, target pemangkasan utang dapat tercapai.
"Utang yang jatuh tempo, jangka pendek 67% akan diperpanjang saat jatuh tempo. Secara global karena tahun depan, kita memang ingin pangkas utang sampai 50%," terangnya.
(mkj/ang)











































