Total surat utang yang diterbitkan dalam Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) ini Rp 10 triliun untuk Obligasi dan Rp 2 triliun untuk Sukuk Ijarah.
Obligasi itu akan jatuh tempo 10 tahun dan 5 tahun, dengan kupon masing-masing 9,6% dan 9%. Jangka waktu sukuk ijarah juga sama dengan tingkat cicilan imbalan ijarah yang setara. Spread margin kupon obligasi PLN tersebut sekitar 1% di atas dari yield obligasi Pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk aksi korporasi ini PLN kembali menunjuk PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Standard Chartered Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi.
Sedangkan wali amanat dipercayakan ke PT Bank Permata Tbk (BNLI). Obligasi ini juga diterbitkan dalam upaya perseroan mengimbangi pertumbuhan permintaan tenaga listrik nasional dengan rata-rata 8,65% per tahun untuk 10 tahun mendatang.
Selain itu masih ada keterbatasan kapasitas pasokan tenaga listrik di Indonesia sehingga memberikan kesempatan pada PLN untuk terus tumbuh.
Dana yang dihimpun pada Penawaran Umum ini masih di bawah target, sebab index yield Pemerintah mengalami kenaikan sejak PLN mengumumkan akan melakukan penawaran umum pada tanggal 1 November 2013, dan terjadi kenaikan BI rate sebesar 0,25% pada tanggal 12 November 2013.
Untuk itu, PLN akan memanfaatkan sumber pendanaan lainnya yang berasal dari Sindikasi beberapa bank terbesar dalam negeri, yang telah disepakati PLN pada akhir tahun 2012.
(ang/dnl)











































