Seperti 2009, Bank Sudah Jual Dolar AS di Rp 12.000

Seperti 2009, Bank Sudah Jual Dolar AS di Rp 12.000

Herdaru Purnomo - detikFinance
Kamis, 28 Nov 2013 10:36 WIB
Seperti 2009, Bank Sudah Jual Dolar AS di Rp 12.000
Jakarta - Ingatkah awal tahun 2009 lalu ketika pasar modal Indonesia terguncang dan memasuki krisis keuangan sampai-sampai Bank Century harus di-bailout?

Ketika itu dolar AS tembus level Rp 12.000. Melambungnya dolar di level tersebut terjadi lagi kali ini.

Data Reuters, Kamis (28/11/2013) menunjukkan dolar AS diperdagangkan di level Rp 11.940 pagi ini. Angka tersebut lebih tinggi dari hari sebelumnya yang hanya menyentuh Rp 11.800-an.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dolar sempat kembali turun di Rp 11.800 beberapa saat setelah menyentuh level tertingginya di tahun 2013 ini.

Melambungnya nilai tukar paman sam ini membuat bank menjual dolarnya di level Rp 12.000.

BNI misalnya, mematok kurs jual dolar AS di Rp 12.050 sedangkan kurs beli di Rp 11.900.

Sedangkan BCA menjual dolarnya di Rp 11.999 dan kurs beli di harga Rp 11.949.

Bank Indonesia (BI) sendiri juga mematok dolar berdasarkan kurs referensi pedagang valas (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor) di Rp 11.930.

Pada 1 Desember 2008, dolar AS diperdagangkan di level Rp 12.001. Kala itu, mengutip data Sekretariat Negara RI, Indonesia memasuki masa krisis.

Setelah sempat mengguncang pasar modal dan valas Indonesia, agaknya krisis keuangan global kini mulai berdampak pada sektor perdagangan luar negeri Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan data yang ada di Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal Maret 2009 yang menunjukkan adanya penurunan ekspor dan impor.

  • Nilai ekspor Indonesia Januari 2009 mencapai US$ 7,15 miliar, turun 17,70 persen dibanding Desember 2008. Sementara jika dibanding Januari 2008 juga mengalami penurunan sebesar 36,08 persen. Nilai ekspor nonmigas pada Januari 2009 mencapai US$ 6,21 miliar, turun 16,67 persen dibandingkan dengan Desember 2008, atau turun 30,64 persen dibandingkan dengan Januari 2008.
  • Menurut sektor, ekspor hasil pertanian periode Januari 2009 turun 8,24 persen, ekspor hasil industri turun 35,52 persen, ekspor tambang dan lainnya juga turun 1,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2008.
  • Nilai impor Indonesia Januari 2009 mencapai US$ 6,34 miliar, turun 17,63 persen dibanding Desember 2008. Jika dibandingkan dengan Januari 2008, nilainya turun sebesar US$ 3,27 miliar (33,99 persen).
(dru/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads