Terutama dalam penurunaan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) yang saat ini masih di atas 3%.
"Kita lagi dalam konteks perbaikan CAD kita di bawah 2,7%, itu yang diharapkan sekarang. Nah kalau market melihat policy ataupun itu adalah konkret, aku akan yakin rupiah akan positif," ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Difi A Johansyah di kantor pusat BI, Jakarta, Kamis (28/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu pengaruh besar dari eksternal adalah rencana pengurangan stimulus oleh bank sentral AS The Fed yang dikhawatirkan terjadi dalam dua bulan kedepan.
"Sekarang menuju ke arah sana, tapi masih masih ada pengaruh dari tappering itu, ini kan menuju akhir tahun, dimana orang memprediksi tappering akan terjadi, itu terus terang market akan panik," sebutnya.
Difi menegaskan, BI tetap menjaga kestabilan rupiah berdasarkan pasar dan fundamental perekonomian Indonesia.
"Kita harapkan rupiah itu berdasarkan pasar dan fundamental ekonomi, dan tentunya stabil. Intervensi itu dilakukan, itu jika pasar berjelan satu arah. Kita tetap akan jaga dan kawal rupiah," pungkas Difi.
(mkj/dru)
