BI Sebut Pengusaha Ini Diuntungkan Akibat Penguatan Dolar

BI Sebut Pengusaha Ini Diuntungkan Akibat Penguatan Dolar

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 28 Nov 2013 16:50 WIB
BI Sebut Pengusaha Ini Diuntungkan Akibat Penguatan Dolar
Jakarta - Dolar Amerika Serikat (AS) telah menembus angka Rp 12.000. Di tengah pelemahan rupiah ini ternyata para eksportir karet, dan minyak sawit atau crude palm oil (CPO) sangat diuntungkan.

"Pengusaha karet CPO itu mana ada teriak sekarang, mereka menikmati," ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Difi A Johansyah di kantor pusat BI, Jakarta, Kamis (28/11/2013).

Menurutnya ini berlaku untuk produk ekspor mentah dan olahan. Ini disebabkan pendapatannya dari barang yang telah di ekspor dalam bentuk dolar AS. Sementara biaya operasional di dalam negeri tetap menggunakan rupiah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka income-nya kan dalam dolar, tapi kan bayar buruhnya pakai rupiah. Jadi mereka makin senang kan?" jelasnya.

Namun di sisi lain, barang impor seperti elektronik yang masuk ke dalam negeri akan lebih mahal. Seperti komputer, ponsel dan gadget lainnya.

"Kalau komputer atau flashdisk itu akan lebih mahal dari biasanya," ujar Difi.

(mkj/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads