DESDM: Daerah Krisis Listrik Berkurang 50 Persen

DESDM: Daerah Krisis Listrik Berkurang 50 Persen

- detikFinance
Selasa, 23 Nov 2004 11:51 WIB
Jakarta - Daerah krisis listrik di tanah air terus berkurang hingga 50 persen. Dari 20 daerah yang ada, tinggal 10 daerah yang masih mengalami krisis listrik.Demikian disampaikan Sekjen Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM), Luluk Sumiarso kepada wartawan di sela-sela sebuah seminar di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (23/11/2004).Sumiarso menjelaskan, salah satu faktor penyebab berkurangnya daerah krisis listrik itu adalah proyek jalur transmisi yang menghubungkan Sumatera Barat dan Sumatera Selatan."Proyek itu membuat PLTA di Sumatera Barat bisa dimaksimalkan untuk digunakan bagi daerah Sumatera bagian Selatan yang terkenal sebagai daerah krisis listtrik," kata Luluk, yang juga pernah menjabat sebagai Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi DESDM.Luluk menambahkan, PLN akan terus melakukan pendekatan dengan investor untuk meningkatkan investasi di sektor ketenagalistrikan. Hal ini penting untuk bisa terus mengurangi daerah krisis listrik. "Kami mengharapkan investor menanamkan modalnya untuk membangun pembangkit listrik di luar Jawa, yang saat ini memang kekurangan pembangkit," ujar Luluk.Sementara itu Direktur Transmisi dan Distribusi PLN, Herman Darnel Ibrahim, mengatakan daya listrik PLN saat ini sudah melebihi kebutuhan. Dengan demikian, sambung Herman, kriisis listrik di Indonesia sudah jauh berkurang."Kalau masih ada pemadaman di beberapa daerah, itu terjadi karena faktor cuaca dan bersifat sementara. Jadi bukan disebabkan oleh pasokan listrik," tukas Herman.Sebagai contih, Herman menyebutkan pemadaman yang pernah terjadi di sejumlah wilayah, seperti di Makassar dan Semarang. Menurut Herman, pemadaman di kedua kota tersebut beberapa waktu lalu disebabkan angin kencang. "Jadi ini hanya sementara dan bukan disebabkan oleh pasokan listrik," tutur Herman. (djo/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads