Sudah beberapa perdagangan terakhir ini Wall Street terus-terusan cetak rekor tertinggi. Pada perdagangan kali ini juga hampir saja rekor baru terpecahkan kembali jika bukan karena aksi ambil untung menjelang penutupan perdagangan.
Lonjakan harga saham dalam beberapa pekan terakhir ini didorong harapan akan berlanjutnya stimulus The Federal Reserve. Indeks S&P 500 melaju delapan pekan berturut-turut, reli terpanjangnya sejak terakhir kali pada November 2003 sampai Januari 2004,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak melihat adanya aksi ambil untung gede-gedean, tapi kita juga tak mau terjun ke pasar dengan kedua kaki sekaligus, makanya melihat situasinya sekarang ini belum ada lagi katalis penggerak," kata John Norris, managing director dari Oakworth Capital Bank di Birmingham, Alabama, dikutip Reuters, Selasa (3/12/2013).
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones berkurang 77,64 poin (0,48%) ke level 16.008,77. Indeks Standard & Poor's 500 melemah 4,91 poin (0,27%) ke level 1.800,90. Indeks Komposit Nasdaq jatuh 14,63 poin (0,36%) ke level 4.045,26.
(ang/ang)











































