Garap Aneka Proyek, Operator Tol Cawang-Priok Cari Utang Rp 2 Triliun

Garap Aneka Proyek, Operator Tol Cawang-Priok Cari Utang Rp 2 Triliun

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Senin, 09 Des 2013 17:08 WIB
Garap Aneka Proyek, Operator Tol Cawang-Priok Cari Utang Rp 2 Triliun
Jakarta - Emiten konstruksi PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) akan menyiapkan dana sedikitnya Rp 2,2 triliun di tahun depan. Dananya akan digunakan untuk menggarap aneka proyek, di antaranya tol Depok-Antasari, pelebaran Jakarta Intra Urban Tollroad (JIUT), dan tol Serpong-Balaraja.

Direktur Keuangan Indrawan Sumantri mengatakan, pihaknya telah menganggarkan dana belanja modal atau Capital Expenditure (Capex) di tahun depan sedikitnya Rp 2,2 triliun.

Capex ini selain berasal dari internal kas perseroan juga akan diambil dari pinjaman melalui  penerbitan obligasi.

Rencananya, bulan Maret tahun depan perseroan akan menerbitkan obligasi sedikitnya Rp 2 triliun untuk memenuhi target capex tahun depan.

"Kita alokasikan capex tahun depan Rp 2,2 trilun. Itu kita ambil dari kas perusahaan sama nanti akan kita terbitkan obligasi. Mungkin sekitar Rp 2 triliun," kata Indrawan saat public expose di kantornya, di Jl. Yos Sudarso, Sunter, Jakarta Utara, Senin (9/12/2013).

Untuk penerbitan obligasi, pihaknya telah menunjuk 4 underwriter yaitu Ciptadana Securities, Indo Premier Securities, Trimegah Securities, dan Sucorinvest.

Untuk memuluskan rencana itu, pihaknya akan meminta persetujuan para pemegang saham.

"Rencana capex akan dibiayai dari kas dan obligasi. Kita akan terbitkan di Maret karena obligasi kita akan gunakan buku September sebagai basis dan akan melakukan persiapan dan RUPS untuk mendapatkan izin dari pemegang saham untuk menerbitkan obligasi," terangnya.

Lebih jauh Indrawan menjelaskan, dana obligasi itu nantinya akan digunakan untuk pembangunan proyek tol Depok-Antasari. Saat ini, pihaknya akan mempercepat pembebasan lahan hingga 60%. Dari pembebasan 60% lahan tersebut dibutuhkan sekitar Rp 1,1 triliun.

Tahun depan, ditargetkan pembebasan lahan bisa dilakukan 90% untuk kemudian dilakukan pemancangan tiang pertama (groundbreaking). Total panjang proyek tersebut 21,5 km.

"Ini percepatan yang akan kita kejar akhir tahun ini. Depok- Antasari mulai pembangunan 2014, kebutuhan dana tahun depan Rp 613,4 miliar," kata Indrawan.

Proyek selanjutnya, Indrawan menjelaskan, pihaknya akan melakukan pelebaran JIUT karena semakin meningkatnya arus kendaraan keluar masuk tol. Dana yang dibutuhkan untuk pelebaran jalan ini sekitar Rp 1,5 triliun.

Secara total kebutuhan dana untuk pengembangan JIUT Rp 3,6 triliun tapi untuk tahun depan baru dibutuhkan Rp 1,5 triliun.

"Nanti kita lihat titik-titik simpul mana yang bikin macet, misal di Cawang Junction, 3 jalur jadi satu jalur, kita lihat juga di Pluit, Jembatan Tiga. Jadi yang keluar masuk tidak tabrakan," terangnya.

Sementara itu, untuk proyek tol Serpong-Balaraja akan mulai dilakukan 2014. Untuk proyek ini, pihaknya sudah memenangkan Pra-Qualification.

"Serpong-Balaraja kita menang PQ. Kita masih mengikuti prosesnya mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa closing," pungkasnya.

(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads