Seperti dikutip dari CNN, Selasa (10/12/2013), maskapai ini bisa hidup kembali setelah merger dengan US Airways dan menjadi perusahaan penerbangan terbesar di dunia. Dua maskapai ini sekarang punya penumpang lebih banyak dari kompetitornya, United Continental Holdings (UAL), yang juga terbentuk setelah merger.
Saham baru American Airlines ini diperdagangkan di Nasdaq dengan kode AAL. Mayoritas sahamnya dipegang oleh mantan kreditur dua perusahaan tersebut. Saham baru ini naik 7% pada perdagangan perdananya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan CEO US Airways, Doug Parker, sekarang memimpin perusahaan hasil merger ini. Ia menyatakan merger ini tidak akan membuat harga tiketnya naik, dan rute yang selama ini dioperasikan pun tidak berkurang.
(ang/dnl)










































