Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (13/12/2013), sepanjang hari ini level terendah dolar tercatat di Rp 12.005, dan terus menguat hingga level tertingginya di Rp 12.075.
Sementara dari AFP disebutkan, dolar dan euro pada hari ini menguat ke level tertingginya dalam 5 tahun terakhir terhadap yen. Kenaikan dolar dan euro ini didorong oleh mulainya bank sentral AS yakni Federal Reserve (The Fed) membicarakan rencana pengurangan stimulusnya atau biasa disebut tappering off.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah analis memperkirakan, The Fed bakal mulai mengurangi kebijakan stimulusnya pada Januari. Karena ekonomi AS sudah makin membaik yang terlihat dari pertumbuhan penjualan di sektor ritel.
Pembicaraan The Fed ini akan berlangsung hingga Selasa atau Rabu pekan depan, dan nanti akan diketahui bagaimana hasilnya.
Selain itu, dolar Australia (AU$) jatuh ke level terendahnya dalam 4 bulan terakhir. Nilai 1 AU$ saat ini turun dari 89,36 sen dolar AS menjadi 91,35 sen dolar AS.
Situasi ini tak hanya membuat rupiah yang makin melemah, sejumlah mata uang di Asia juga elemah terhadap dolar. Menurut catatan AFP, dolar menguat terhadap baht Thailand, won Korea Selatan, dolar Singapura, dolar Taiwan, rupee India, dan peso Filipina.
(dnl/ang)











































