"Kita perkirakan levelnya di Rp 11.400," kata Ekonom Mandiri Sekuritas, Aldian Taloputra di acara Mandiri Economic Outlook di Gedung Bank Mandiri, Jl Gatot Subroto, Jumat (20/12/2013).
Aldi mengaku optimistis rupiah akan menguat lantaran prediksi defisit neraca berjalan akan semakin mengecil. Bank Mandiri memperkirakan defisit neraca berjalan sebesar 2,7% dari GDP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, ekonom Bank Mandiri, Destry Damayanti mengatakan, hal yang mempengaruhi mengecilnya defisit neraca berjalan salah satunya ialah adanya kebijakan pemerintah mengenai konversi energi biodiesel.
"Yang menjadi harapan kami adalah kebijakan energi ini lebih dari 10% penerapannya. Karena potensinya lebih dari itu. Semoga ini berhasil seperti saat pemerintah mengkonversi minyak tanah menjadi gas," katanya.
Di sisi lain, pelarangan ekspor bahan mentah sesuai dengan UU Minerba no 4 tahun 2009 pun berpengaruh terhadap defisit neraca berjalan.
"Pelarangan ekspor mineral akan berkurang US$ 6 miliar dari ekspor kita. Kita lihat apakah 12 Januari ini benar-benar raw commodity itu dilarang apa tidak," jelasnya.
(zlf/ang)











































