Diwarnai Profit Taking, IHSG Turun 5,643 Poin
Kamis, 25 Nov 2004 16:22 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Kamis (25/11/2004) turun 5,643 poin pada level 955,681. Aksi profit taking investor terhadap saham unggulan seperti Telkom dan Astra International membuat indeks turun setelah beberapa minggu terus menerus naik.Indeks LQ 45 turun 1,898 poin pada level 208,659, JII turun 2,565 poin pada level 159,418, MBX turun 2,279 poin pada level 253,921, dan DBX turun 2,034 poin pada level 224,392.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 22.373 kali pada volume 3.307.653 lot saham, senilai Rp 1,345 triliun. Sebanyak 73 saham naik, 50 saham turun, dan 245 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top looser di antaranya, Indosat (ISAT) turun Rp 300 menjadi Rp 5.700, Astra International (ASII) turun Rp 200 menjadi Rp 8.600, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 4.950, BCA (BBCA) turun Rp 75 menjadi Rp 2.675, dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 25 menjadi Rp 1.800.Sedangkan saham yang naik harganya di top gainer di antaranya, International Nikel (INCO) naik Rp 550 menjadi Rp 11.950, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 175 menjadi Rp 4.225, Berlian Laju Tanker (BLTA) naik Rp 50 menjadi Rp 800, Gajah Tunggal (GJTL) naik Rp 50 menjadi Rp 675, dan Bank Niaga (BNGA) naik Rp 35 menjadi Rp 4.650.Setelah seminggu lebih indeks terus mengalami kenaikan, investor mulai melakukan aksi profit taking dalam rangka konsolidasi terlebih dahulu. Namun penurunan ini dinilai bersifat temporer karena investor asing masih memiliki keyakinan indeks masih akan menembus level 1000.Pada perdagangan hari ini, indeks malah sempat turun hingga 14 poin karena investor membuang saham-saham unggulan seperti Astra dan Telkom. Namun menjelang penutupan tekanan jual mulai mereda.
(djo/)











































