EBA dari BTN in memperoleh rating AAA dari PT Pefindo. Direktur Utama BTN Maryono menjelaskan penerbitan EBA ini nantinya digunakan untuk mendukung penyaluran pembiayaan KPR.
"Alokasi dana untuk pembiayaan KPR. Kita tahu potensi dari pembiayaan perumahan luar biasa. Proses pembiayaan KPR untuk kurangi missmatch dari funding," kata Maryono saat Pencatatan Atas Beragunan Aset KIK EBA DBTN 04 di Kantor Pusat BEI Jakarta, Senin (23/12/2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tahu BI rate meningkat terus. Kami sampaikan KPR itu jangka panjang sementara BI rate kotemporer. Kami selalu lakukan penyesuaian suku bunga dihitung 20 tahun ke depan. Kami nggak hanya tergantung DPK. Kami juga cari dana jangka panjang. Yang kepastian dana jatuh tempo dan sumber dana jelas," sebutnya.
EBA BTN ini merupakan yang ke-6. Untuk penerbitan EBA ini, BTN dibantu PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) sebagai arranger dan pendukung kredit. Sementara PT Danareksa Investment Management sebagai Manajer Investasi, PT Bank Mandiri Tbk sebagai Bank Kustodian serta didukung Danareksa Sekuritas, BCA Securitas dan Trimegah Securities selaku underwriter.
Di tempat yang sama, Direktur Utama SMF Raharjo Adisusanto menjelaskan meski saat ini suku bunga BI berada posisi relatif tinggi, pihaknya berhasil memfaslitasi penerbitan EBA BTN dengan 2 seri. Seri A1 diterbitkan dengan bunga 8,9% (tenor 2 tahun) dan A2 dengan bunga 9,5% (tenor 4 tahun).
"Dengan tingkat suku bunga yang naik. Kita berhasil terbitkan transaksi EBA Rp 1 triliun. EBA yang dijual di pasar modal dengan 2 seri dan tenor berbeda," Raharjo.
(feb/ang)











































