Investor Buru Obligasi Jangka Menengah

Investor Buru Obligasi Jangka Menengah

- detikFinance
Jumat, 26 Nov 2004 13:13 WIB
Jakarta - Sampai akhir tahun 2004, investor obligasi diperkirakan banyak memburu obligasi yang berjangka waktu menengah (middle term). Obligasi jangka menengah dinilai lebih menguntungkan karena jangka waktu 5 tahun tingkat imbal hasil (yield) yang diberikan bisa mencapai 9,6 persen per tahun. Sedangkan untuk obligasi jangka panjang (long term) yang berjangka waktu 10 tahun memiliki yield 10-10,5 persen per tahun."Yield curve untuk obligasi jangka panjang cenderung turun sedangkan untuk jangka pendek cenderung naik. Pasalnya banyak obligasi jangka pendek dialihkan (switching) ke obligasi jangka panjang karena banyak yang akan jatuh tempo. Selain itu juga ada kekhawtiran inflasi tahun depan akan lebih tinggi," kata Antonio Yongnata, Vice President Citigroup Assets Management di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jumat,(26/11/2004).Maka itu kata Antonio, untuk mencari keuntungan yang lebih menarik banyak investor saat ini bermain di obligasi jangka menengah, karena obligasi jangka panjang potensi untuk up-sidenya sedikit.Dia juga menjelaskan, pasca lebaran likuiditas yang disediakan perbankan banyak yang tidak terpakai dan mulai kembali lagi ke pasar. Akibatnya sejak libur panjang permintaan akan obligasi kembali naik. Di sisi lain pasar juga kekurangan pasokan obligasi, karena obligasi yang dikeluarkan pemerintah sangat terbatas. Apalagi obligasi atau surat utang negara (SUN) yang akan diterbitkan terakhir pada akhir November ini hanya sebesar Rp 1,7 triliun.Untuk tahun 2005, Antonio melihat pasar obligasi terutama SUN akan tetap bagus, karena kebutuhan dari dana pensiun dan reksa dana tetap akan tinggi. Sedangkan mulai berkurangnya emsis obligasi korporasi tahun depan dinilai Antonius akan lebih membuat perdagangan obligasi SUN bertambah likuid.Selain itu juga investor asing masih terus berminat karena melihat pergerakan rupiah yang cenderung menguat. "Karena faktor rupiah belum menguat terlalu banyak, sedangkan regional sudah menguat banyak," ujar Antonio. (djo/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads