Ini Dia Saham IPO Paling Kinclong dan Paling Loyo di 2013

Kaleidoskop 2013

Ini Dia Saham IPO Paling Kinclong dan Paling Loyo di 2013

- detikFinance
Selasa, 31 Des 2013 07:32 WIB
Ini Dia Saham IPO Paling Kinclong dan Paling Loyo di 2013
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan 30 tamu baru dan satu tamu lama yang masuk lantai bursa. Dari 31 emiten yang mencatatkan sahamnya tahun ini ada yang naik ada yang turun, tapi ada juga yang stagnan.

Secara total ada 13 saham turun, satu saham stagnan dan sisanya 17 saham menguat. Saham-saham yang menguat ini patut diacungi jempol karena bisa bertahan di tengah minusnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di 2013.

Berikut ini saham-saham IPO yang tumbuh negatif di 2013
- Saham PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) pada perdagangan perdananya naik tipis 2,17% ke Rp 245 per lembar. Harga penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO) sebelumnya ditetapkan Rp 230 per lembar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya naik 4 poin menjadi Rp 153 per lembar. Sejak IPO sahamnya minus 33,47%.

- Saham PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL) pada perdagangan perdananya naik 29,73% menjadi Rp 240. Harga penawaran saham perdana atau Initial Public Offering/ (IPO) sebelumnya ditetapkan di Rp 185 per saham.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya naik 2 poin menjadi Rp 171 per lembar. Sejak IPO sahamnya minus 7,56%

- PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP) pada pembukaan perdagangan saham dibuka di harga Rp 112 atau naik dari harga perdana sebesar Rp 110 per saham.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya stagnan di posisi Rp 100 per lembar. Sejak IPO sahamnya minus 10%.

- Saham PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) atau Spindo pada perdagangan perdananya dibuka naik 1,69% menjadi Rp 300, dari harga awal saat Initial Public Offering (IPO) Rp 295 per saham.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya turun 2 pon ke posisi Rp 144 per lembar. Sejak IPO sahamnya anjlok 51,18%.

- Saham PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) pada perdagangan perdananya dibuka naik 15,71% menjadi Rp 460, dari harga awal saat Initial Public Offering (IPO) Rp 350. Saham DYAN sempat menyentuh level tertinggi di harga Rp 500.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya naik 5 poin ke posisi Rp 235 per lembar. Sejak IPO sahamnya minus 32,85%.

- Saham PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) pada perdagangan perdananya dibuka stagnan dan akhirnya melemah ke Rp 1.480. Saham perdananya dipatok Rp 1.500 per lembar.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya naik 40 poin ke posisi Rp 1.280 per lembar. Sejak IPO sahamnya minus 14,66%.

- Saham PT Acset Indonusa Tbk (ACST) dalam perdagangan perdananya dibuka naik ke level Rp 2.600 dari harga perdana saham perseroan atau Initial Public Offering (IPO) di level Rp 2.500 per saham.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya naik 90 poin ke posisi Rp 1.990 per lembar. Sejak IPO sahamnya minus 20,4%.

- Saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) pada perdagangan perdananya dibuka memerah di angka Rp 5.300 dari penetapan harga penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di harga Rp 5.500 per saham.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya stagnan di posisi Rp 4.800 per lembar. Sejak IPO sahamnya minus 12,72%.

- Saham PT Nusa Raya Cipta (NRCA) pada perdagangan perdananya dibuka di angka Rp 1.000 dari penetapan harga perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di harga Rp 850 per saham. Angka ini naik 17,6%.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya turun 20 poin ke posisi Rp 670 per lembar. Sejak IPO sahamnya minus 21,17%.

- Saham PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) pada perdagangan perdananya dibuka naik tipis Rp 30 ke posisi Rp 590 per saham dari harga penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di harga Rp 560 per lembar.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya stagnan di posisi Rp 330 per lembar. Sejak IPO sahamnya anjlok 41,07%.

- Saham PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) pada perdagangan perdananya dibuka stagnan di harga Rp 4.050 sama seperti harga penawaran saham perdana alias Initial Public Offering (IPO).

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya naik 50 poin ke posisi Rp 2.775 per lembar. Sejak IPO sahamnya anjlok 31,48%.

- Saham PT Victoria Investama Tbk (VICO) pada perdagangan perdananya dibuka naik di angka Rp 150 per saham dari harga perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di harga Rp 125 per saham.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya turun 3 poin ke posisi Rp 119 per lembar. Sejak IPO sahamnya turun 4,8%.

- Saham PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) pada perdagangan perdananya dibuka naik di harga Rp 340 dari harga penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 320 per saham.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya stagnan di posisi Rp 285 per lembar. Sejak IPO sahamnya turun 10,93%.


Saham yang sejak IPO stagnan di posisi yang sama:
- Saham PT Bank Mitraniaga Tbk (NAGA) pada perdagangan perdananya dibuka di harga Rp 300 per saham dari harga IPO di harga Rp 180 per saham.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya naik 12 poin ke posisi Rp 180 per lembar. Sejak IPO sahamnya stagnan.


Ini saham-saham IPO yang berhasil tumbuh positif di 2013:
- Saham PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) pada perdagangan perdananya hari ini naik 18,75% menjadi Rp 480. Harga penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) sebelumnya ditetapkan pada harga Rp 400 per lembar saham.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya stagnan di posisi Rp 2.500 per lembar. Sejak IPO sahamnya melonjak 525%.

- Saham PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) pada perdagangan perdananya hari ini dibuka naik 43% menjadi Rp 330 per lembar saham. Harga penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) sebelumnya ditetapkan di harga Rp 230 per saham dengan nilai nominal Rp 100.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya stagnan di posisi Rp 310 per lembar. Sejak IPO sahamnya naik 34,78%.

- Saham PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) pada perdagangan perdananya dibuka stagnan pada harga Rp 1.200. Harga itu sama dengan harga penawaran perdana saham atau Intial Public Offering (IPO) sebesar Rp 1.200 per saham.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya stagnan di posisi Rp 1.490 per lembar. Sejak IPO sahamnya naik 24,16%.

- Saham PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) pada perdagangan perdananya dibuka di harga Rp 460. Perseroan telah menetapkan harga perdana saham yang ditawarkan Rp 375 per saham dalam rangka penawaran perdana saham ke publik.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya naik 10 poin ke posisi Rp 590 per lembar. Sejak IPO sahamnya naik 57,33%.

- PT Apexindo Pratama Duta (APEX) (relisting) menawarkan harga Rp 1.562 per saham dalam pencatatan kembali sahamnya di lantai bursa.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya stagnan di posisi Rp 2.550 per lembar. Sejak IPO (relisting) sahamnya naik 63,25%.

- Saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) pada perdagangan perdananya dibuka naik di angka Rp 1.870 dari penetapan harga penawaran perdana saham atau IPO sebesar Rp 1.850 per lembar.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya naik 50 poin ke posisi Rp 2.050 per lembar. Sejak IPO sahamnya naik 10,81%.

- Saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) dalam perdagangan perdananya dibuka stagnan di harga Rp 240 per saham dari harga penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di harga yang sama.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya naik 5 poin ke posisi Rp 245 per lembar. Sejak IPO sahamnya naik tipis 2,08%.

- Saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) pada perdagangan perdananya dibuka naik menjadi Rp 610 per saham dari harga IPO Rp 480 per saham.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya naik 10 poin ke posisi Rp 1.010 per lembar. Sejak IPO sahamnya melonjak 110,4%.

- Saham PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD) pada perdagangan perdananya dibuka naik ke level Rp 1.420 per saham dari harga IPO sebesar Rp 1.380 per saham.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya naik 10 poin ke posisi Rp 1.570 per lembar. Sejak IPO sahamnya naik 13,76%.

- Saham PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) pada perdagangan perdananya dibuka di harga Rp 195 per saham dari harga saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di harga Rp 190 per saham.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya naik 20 poin ke posisi Rp 285 per lembar. Sejak IPO sahamnya naik 50%.

- Saham perdana PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) dibuka naik di level Rp 9.150 per saham dari harga penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) Rp 9.000 per saham.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya naik 50 poin ke posisi Rp 9.500 per lembar. Sejak IPO sahamnya naik 5,5%.

- Saham PT Arita Prima Indonesia Tbk (APII) pada perdagangan perdananya dibuka naik 31% ke angka Rp 290 per saham dari harga saham pada penawaran perdana atau Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 220 per saham.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya stagnan di posisi Rp 225 per lembar. Sejak IPO sahamnya naik tipis 2,27%.

- Saham PT Grand Kartech pada pencatatan perdananya menguat 49,09% menjadi Rp 410 dari harga yang ditetapkan perseroan Rp 275 per saham.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya turun 10 poin ke posisi Rp 290 per lembar. Sejak IPO sahamnya naik tipis 5,45%.

- Saham PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) pada perdagangan perdananya dibuka naik menjadi Rp 600 per saham dari harga saham yang ditawarkan pada saat Initial Public Offering (IPO) di angka Rp 500 per saham.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya naik 20 poin ke posisi Rp 590 per lembar. Sejak IPO sahamnya naik 18%.

- Pada pencatatan perdana PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD), sahamnya dibuka naik 200 poin ke level Rp 3.000 per saham dari harga saham perdana yang ditawarkan Rp 2.800 per saham.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya naik 100 poin ke posisi Rp 2.900 per lembar. Sejak IPO sahamnya naik tipis 3,57%.

- Saham perdana PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) naik 6% menjadi Rp 710 meski situasi pasar negatif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka merah. Perseroan menjual saham IPO di harga Rp 670 per lembar.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya stagnan di posisi Rp 820 per lembar. Sejak IPO sahamnya naik 22,38%.

- Saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) pada perdagangan perdananya dibuka menguat di level Rp 660 per saham dari penawaran harga pada saat Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 580 per saham.

Pada penutupan perdagangan terakhir di 2013, sahamnya naik 10 poin ke posisi Rp 700 per lembar. Sejak IPO sahamnya naik 20,68%.


(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads