Bursa Indonesia Terbaik di Asia

Periode Oktober 2004

Bursa Indonesia Terbaik di Asia

- detikFinance
Sabtu, 27 Nov 2004 13:44 WIB
Jakarta - Lantai bursa di Indonesia dinilai sebagai bursa terbaik di Asia selama periode Bulan Oktober 2004 karena mencatat kenaikan tertinggi yakni 6,1 persen. Sementara posisi kedua diduduki Australia dengan kenaikan 6,01 persen dan ketiga adalah Filipina dengan kenaikan 4,11 persen.Sedangkan bursa dengan penampilan terburuk adalah Cina yang mengalami penurunan terbesar 2,44 persen disusul Thailand 0,76 persen. Menurut dollarDEX.com, Sabtu (27/11/2004), performa yang mengesankan dari bursa di Indonesia itu dipicu terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden. Sentimen investor meningkat dengan harapan SBY akan melakukan reformasi untuk penanganan korupsi dan juga menghadapi masalah subsidi BBM yang membengkak akibat melonjaknya harga minyak dunia. Kinerja yang baik dari bursa di Indonesia juga dipicu oleh laporan keuangan sektor perbankan yang sangat baik pada kuartal II 2004.Sedangkan untuk Australia, performa yang baik tersebut sehubungan dengan kemenangan John Howard. Sedangkan membaiknya bursa Filipina adalah sehubungan dengan ekspektasi yang tinggai atas suksesnya reformasi perpajakan.Sementara performa yang buruk dari Bursa Cina sehubungan dengan bank sentral Cina yang menaikkan tingkat suku bunganya untuk pertama kali setelah 9 tahun. Kenaikan ini dinilai sebagai sinyal bahwa sejumlah besaran administrasi tidak memberi pengaruh yang diinginkan untuk melambatkan perekonomian Cina.Bursa Thailand yang menduduki peringkat kedua terburuk merupakan dampak dari kebijakan moneter ketat dan juga meningkatnya suku politik.Pada bulan Oktober ini sejumlah hal penting yang dinilai memberi pengaruh adalah penurunan yang tajam dari dolar AS, kenaikan suku bunga AS dan melonjaknya harga minyak dan logam.Disebutkan, ada harapan yang muncul dan bisa mensupport bursa di Asia pada jangka pendek yakni bahwa perekonomian Cina bisa dihindarkan dari hempasan dan juga kepercayaan yang lebih besar pada outlook perekonomian AS. Namun masalah kenaikan harga minyak, kekhawatiran ekonomi AS tahun 2005 masih akan menjadi perhatian pasar. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads