Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.240 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin Rp 12.190 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 1,943 poin (0,05%) ke level 4.204,752 dibuka datar. Indeks bergerak dalam rentang yang tipis di tengah aksi beli selektif investor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi jual marak terjadi tak lama setelah indeks sampai ke posisi tertingginya. Akibat tekanan jual itu indeks langsung meluncur cukup tajam di zona merah sampai di posisi terendahnya di 4.175,806.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG turun 14,942 poin (0,36%) ke level 4.187,867 terkena tekanan jual. Akibat koreksi ini pertumbuhan indeks sudah minus dibandingkan pembukaan perdagangan awal tahun.
Saham-saham bank mencoba bertahan di zona hijau dengan aksi beli selektif yang dilakukan investor. Delapan sektor memerah akibat tekanan jual.
Mengakhiri perdagangan, Selasa (7/1/2014), IHSG ditutup berkurang 27,003 poin (0,64%) ke level 4.175,806. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 5,086 poin (0,73%) ke level 694,472.
Aksi jual malah makin ramai jelang penutupan perdagangan. Investor asing dan lokal melepas saham-saham unggulan, terutama saham agrikultur.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 146.000 kali pada volume 3,430 miliar lembar saham senilai Rp 3,311 triliun. Sebanyak 105 saham naik, sisanya 175 saham turun, dan 85 saham stagnan.
Bursa di Asia menutup perdagangan hari ini di zona hijau, kecuali bursa Jepang dan Indonesia. Penguatan para pasar modal di Asia ini tidak terlalu tinggi.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 1,61 poin (0,08%) ke level 2.047,32. Β
- Indeks Hang Seng menguat 28,63 poin (0,13%) ke level 22.712,78. Β
- Indeks Nikkei 225 turun 94,51 poin (0,59%) ke level 15.814,37. Β
- Indeks Straits Times bertambah 2,78 poin (0,09%) ke level 3.126,60. Β
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.000 ke Rp 25.550, Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 26.200, SMART (SMAR) turun Rp 525 ke Rp 6.375, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 525 ke Rp 21.500.
(ang/dru)











































