Jika tak ada aral melintang, perusahaan ini akan menjadi satu-satunya perusahaan pemilik bioskop yang melantai di bursa saham. Akankah saham Blitzmegaplex diburu investor?
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada menilai, investor akan memperhatikan terlebih dahulu kondisi fundamental perusahaan sebelum menentukan untuk membeli saham ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sama kayak pergerakan Dyandra, pergerakan saham hanya di awal-awal saja tapi setelahnya cenderung flat. Mereka kan satu-satunya di bidang MICE sama kayak Blitz," ujar Reza saat dihubungi detikFinance di Jakarta, Rabu (8/1/2014).
Reza menjelaskan, investor masih akan melihat perkembangan kondisi kinerja perusahaan terkait prospek bisnis, pendapatan, dan laba perusahaan. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan investor.
"Nanti lihat kinerjanya seperti apa dalam beberapa tahun, ini menjadi perhatian pelaku pasar. Belum ada pembandingnya jadi akan lebih berhati-hati," terang dia.
Lebih jauh dia menjelaskan, meskipun di tahun ini saham sektor konsumer masih dibilang mumpuni, namun untuk industri hiburan belum bisa diteropong prospeknya.
"Konsumer memang akan stabil terutama makanan dan minuman tapi Blitz ini konsumernya lebih ke hiburan, belum bisa diprediksi, tapi balik lagi ke rilis kinerja," cetusnya.
(drk/ang)











































