Direktur Keuangan WIKA Adji Firmantoro mengatakan penguatan dolar terhadap rupiah hingga akhir tahun mencapai Rp 12.260, tidak berdampak besar bagi Wika.
"Justru kita bersyukur, beberapa pekerjaan yang dilakukan WIKA seperti menggarap proyek Chevron, ConocoPhilis dan BP hasil pendapatannya berupa dolar, padahal pengeluaran yang dilakukan semuanya dari rupiah," kata Adji ditemui di acara Media Gathering di Restoran Merah Delima, Kamis (9/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang ada beberapa pekerjaan yang pengeluarnya dolar tapi dibayarnya rupiah, tapi lebih banyak yang keluarnya rupiah tetap dibayar dengan dolar, sehingga kita akhir tahun punya dana cash US$ 30 juta," ungkapnya.
Bahkan agar dampak penguatan atau pelemahan rupiah terhadap valuta asing tidak mengejutkan bagi perusahaan, WIKA telah menyewa satu orang yang ahli dalam memprediksi gejolak valuta asing.
"Kita juga telah menyewa 1 orang yang expert untuk memprediksi valuta asing, sehingga kita bisa membuat kontrak-kontrak jangka panjang dengan baik," katanya.
Adji menegaskan namun sejatinya WIKA sendiri tidak ingin rupiah terus melemah. "Kita tapi tidak senang rupiah kita terus melemah, kita ingin rupiah kita kuat, karena WIKA sendiri tangan kanannya pegang dolar, tangan kirinya pegang rupiah, sama saja," tutupnya.
(rrd/ang)











































