Infoasia Berencana Terbitkan Obligasi I Senilai Rp 125 Miliar

Infoasia Berencana Terbitkan Obligasi I Senilai Rp 125 Miliar

- detikFinance
Senin, 29 Nov 2004 12:50 WIB
Jakarta - Perusahaan penyedia jaringan dan jasa telekomunikasi lalu lintas data dan suara PT Infoasia Teknologi Global Tbk., (IATG) berencana menerbitkan obligasi pertama senilai Rp 125 miliar yang terdiri atas tiga seri dengan masa jatuh tempo antara 3-5 tahun. Obligasi ini mendapat peringkat A dari Kasnic.Obligasi ini akan dicatatkan di Bursa Efek Surabaya (BES) pada 23 Desember 2004. Sedangkan masa book building (penawaran awal) dilakukan 2-6 Desember 2004, masa penawaran 15-17 Desember 2004, masa penjatahan 19 Desember 2004 dan distribusi 20 Desember 2004. Perseroan berharap bisa menerima dana dari emisi obligasi ini pada 21 atau 22 Desember 2004.Menurut Dirut IATG Shanta Dewi dalam jumpa pers di Jakarta, Senin, (29/11/2004), obligasi itu terdiri dari seri A yang berjangka waktu tiga tahun sebesar Rp 25 miliar, seri B berjangka waktu empat tahun sebesar Rp 32 miliar dan seri C berjangka waktu lima tahun sebesar Rp 68 miliar.Obligasi ini memakai tingkat bunga tetap dan memiliki conditional sinking fund sebesar lima persen dari pokok obligasi, apabila terjadi penurunan peringkat. Sedangkan jaminan yang diberikan adalah 100 persen berupa peralatan telekomunikasi.Bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT Kresna Graha Securindo. Menurut Santa, sebesar 80 persen dari obligasi ini akan digunakan untuk mengembangkan peralatan telekomunikasi dalam rangka memperbanyak point of presence (POP) di 40 kota di Indonesia. Sedangkan 20 persen sisanya akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja.Per September 2004, IATG mencatat pendapatan Rp 234,6 miliar naik 106 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 114 miliar. Sedangkan laba bersih sebesar Rp 30,1 miliar naik 133 persen dibandingkan September 2003 yang sebesar Rp 12,9 miliar.Hingga akhir tahun 2004, penjualan diperkirakan Rp 300 miliar dengan laba bersih Rp 40 miliar. Sedangkan, penjualan pada 2005 diproyeksikan Rp 439 miliar-Rp 440 miliar dengan laba bersih Rp 50 miliar.Biaya Capex (capital expenditure) sebesar Rp 120 miliar dengan dana yang sudah dikeluarkan mencapai Rp 60 miliar. Untuk tahun 2005, Capex diperkirakan sebesar Rp 90 miliar ditambah dengan biaya investasi dari obligasi. (mi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads