UIC Diperkirakan Bagi-bagi Dividen Lebih dari 30 Persen

UIC Diperkirakan Bagi-bagi Dividen Lebih dari 30 Persen

- detikFinance
Senin, 29 Nov 2004 13:34 WIB
Jakarta - PT Unggul Indah Cahaya Tbk., (UNIC), perusahaan yang memproduksi bahan baku detergen merencanakan untuk melakukan pembagian dividen tahun buku 2004 lebihbesar dibanding tahun buku 2003 yang hanya sebesar 30 persen dari laba bersih yang sebesar 7 juta dolar AS. Demikian diungkapkan Yani Alifen, Wapresdir UIC dalam paparan publik yang berlangsung di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jl. Jend.Sudirman, Jakarta, Senin,(29/11/2004). Perseroan sendiri pada Juni 2004 telah membagikan dividen interim (dividen sementara) sebesar 2,2 juta dolar AS. Yani juga menjelaskan, bahwa perseroan memproyeksikan proyek debottlenecking yang sudah dimulai sejak akhir 2003 lalu akan selesai pada kuartal keempat tahun 2004 ini. Proyek ini akan meningkatkan kapasitas produksi alkil benzene, bahan baku pembuat deterjen terbesar di Asia Tenggara dari 210 ribu metrik ton menjadi 270 ribu metrik ton pertahun. Menurutnya, proyek debottlenecking ini dibiayai dari dana obligasi yang diterbitkan pada 17 Oktober 2003 lalu. Dari dana emisi senilai Rp 600 miliar tersebut hingga saat ini telah dialokasikan untuk penyelesaian proyek ini sebesar Rp 31 miliar. Sementara sebesar Rp 416,6 miliar digunakan untuk melunasi pinjaman sindikasi perseroan dan sebesar Rp 53,6 miliar untuk modal kerja. Sisanya sebesar Rp 94 miliar sampai saat ini masih disimpan dalam bentuk deposito dan reksa dana. Sedangkan Direktur Keuangan UIC, Andi Solaiman menyatakan, sampai akhir September 2004 UIC telah membukukan laba bersih sebesar 13 juta dolar AS atau naik sekitar 86,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 6 juta dolar AS. Laba bersih ini dicapai karena naiknya penjualan sebesar 17,6 persen dari 184,3 juta dolar AS menjadi 216,6 juta dolar AS. Sampai akhir tahun 2004 ini UIC memproyeksikan adanya peningkatan kinerja pada tahun 2004 sebesar 10 persen dibandingkan tahun 2003. Hal ini dicapai karenaadanya kenaikan volume dan harga jual perseroan meskipun diimbangi naiknya harga bahan baku akibat imbas kenaikan harga minyak dunia. (mi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads