Saham Bank Niaga Masih Ditransaksikan di BEJ

Koreksi Berita

Saham Bank Niaga Masih Ditransaksikan di BEJ

- detikFinance
Senin, 29 Nov 2004 15:10 WIB
Jakarta - Koreksi berita terletak pada judul, yang sebelumnya berjudul "PPA Tawarkan 16,28% Saham Pemerintah di Niaga Mulai Sore Ini" dan kalimat "Syahrial menjelaskan, saat ini saham Bank Niaga telah dihentikan perdagangannya oleh BEJ pada harga Rp 450/saham." Seharusnya pernyataan ini tidak ada. Berikut berita selengkapnya:Pemerintah akan melakukan divestasi lanjutan saham Bank Niaga, di mana penawaran harga melalui book building akan dilakukan mulai pukul 16.00 WIB, Senin, sore ini hingga Selasa, pukul 14.00 WIB.Diharapkan pemerintah bisa meraup sekitar Rp 500 miliar dari pelepasan maksimal 16 persen saham Bank Niaga ini. Hal tersebut diungkapkan Dirut PT PPA M. Syahrial usai raker dengan Komisi XI di Gedung MPR/DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Senin, (29/11/2004). "Jadi, kita lihat nanti penawaran harga tersebut selama book building itu berapa, karena memang pasar cukup volitile dan telah mengalami kenaikan harga sekitar seminggu setelah tidak jadi pelaksanaan right issue," kata Syahrial.Pelepasan saham Bank Niaga ini, kata Syahrial, dilakukan lewat market placement melalui mekanisme block sale, seperti halnya proses divestasi lanjutan saham Bank Danamon.Setelah melepas 16,28 persen sahamnya di Bank Niaga, maka saham pemerintah di bank tersebut tinggal lima persen. Setelah Bank Niaga, PPA akan segera melakukan divestasi lanjutan saham Bank Permata yang rencananya akan dilakukan pada minggu kedua bulan Desember. Dari 20 persen saham pemerintah yang akan dilepas di Bank Permata, pemerintah berharap bisa meraup dana sekitar Rp 1,09 triliun.Dalam siaran persnya, Departemen Keuangan menyatakan, dilepasnya saham Bank Niaga sebesar 16,28 persen tersebut sebagai alternatif sumber pendanaan untuk menutup defisit APBN 2004 yang diperkirakan mencapai 1,3-1,4 persen dari PDB.Menkeu Jusuf Anwar menyatakan, pelepasan saham pemerintah di Bank Niaga ini merupakan upaya intensifikasi sumber pembiayaan selain upaya peningkatan penerimaan dalam negeri dari sektor perpajakan dan bea cukai.Langkah ini diperlukan untuk menjaga kesinambungan berbagai pembangunan yang masih terus berjalan, juga untuk mendukung beberapa pos belanja yang diperkirakan meningkat.Pemerintah sendiri masih menyisakan saham di Bank Niaga, sehingga diharapkan pemerintah masih memiliki kontrol atas bank tersebut.Pelepasan saham Bank Niaga ini sesuai dengan PP tentang divestasi serta akan melalui evaluasi Tim Asistensi Divestasi yang dibentuk Menkeu.Sebelumnya Menkeu telah telah meminta kepada PPA untuk membuat kajian yang terkait dengan strategi waktu yangtepat untuk melaksanakan penjualan saham minoritas pemerintah yang dikelola PPA.Menkeu telah meminta PPA agar segala proses yang dilakukan dalam pelepasan saham ini dapat memenuhi azas-azas good corporate governance, transparansi dan akuntabilitas publik, serta diupayakan mencapai hasil yang optimal. (mi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads