Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menanjak 57,090 poin (1,34%) ke level 4.312,061 membuka perdagangan di hari kejepit nasional (harpitnas). Sentimen positif bursa regional memberi dorongan supaya IHSG bisa naik.
Aksi beli marak terjadi sejak pembukaan perdagangan. Investor lokal dan asing sama-sama berburu saham-saham yang potensial membuat indeks menanjak ke posisi tertingginya di 4.365,410.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski IHSG melonjak, tapi tidak semua sektor bisa menguat. Hanya sembilan sektor bisa menghijau, sedangkan sektor agrikultur turun sekitar 0,5%.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 164.403 kali pada volume 3,784 miliar lembar saham senilai Rp 4,244 triliun. Sebanyak 198 saham naik, sisanya 73 saham turun, dan 50 saham stagnan.
Bursa-bursa regional bergerak mixed hingga siang hari ini setelah pagi tadi kompak menguat. Bursa Efek Indonesia (BEI) memimpin penguatan hingga siang hari ini.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai menipis 0,44 poin (0,02%) ke level 2.012,86. Â
- Indeks Hang Seng turun tipis 16,62 poin (0,07%) ke level 22.829,63. Â
- Indeks Straits Times berkurang 5,39 poin (0,17%) ke level 3.138,48. Â
- Indeks KOSPI naik 13,61 poin (0,70%) ke level 1.952,15. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indocemetn (INTP) naik Rp 1.150 ke Rp 22.025, Unilever (UNVR) naik Rp 750 ke Rp 26.650, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 625 ke Rp 15.525, dan Adira Finance (ADMF) naik Rp 550 ke Rp 8.550.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 450 ke Rp 20.900, Siloam (SILO) turun Rp 100 ke Rp 9.400, Buana Finance (BFIN) turun Rp 100 ke Rp 2.200, dan Jakarta International (JIHD) turun Rp 90 ke Rp 1.510.
(ang/hen)











































