Seperti dikutip dari Recode, Senin (13/1/2014), selain Bakrie dalam dua tahun terakhir ini Path sudah membuka diri kepada investor baru, seperti Greylock Partners, Kleiner Perkins, Index Ventures, Insight Venture Partners, Redpoint Venture Partners, dan First Round Capital.
Selain jadi investor terbesar, nilai pembelian saham Grup Bakrie ini juga merupakan yang termahal dalam dalam sejarah Path.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bagian dari ikhtiar membuat masyarakat Indonesia semakin tekoneksi dan produktif. Mengingat kita salah satu pengguna Path terbesar," ujar Anindya dalam akun Twitternya @anindyabakrie.
CEO Path Dave Morin mengkonfirmasi telah merampungkan transaksi setelah menjalin pembicaraan panjang sejak tahun lalu.
"Kami berada dalam situasi yang sulit setelah tahun 2013 yang begitu menantang," ujar Morin
Jejaring sosial yang punya pengguna sekitar 23 juta pengguna di seluruh dunia ini belum pernah raup untung sejak berdiri. Dana yang didapat dari semua hasil penjualan saham ini akan mengunakan uangnya untuk ekspansi dan promosi ke seluruh dunia.
Path saat ini diperkirakan memiliki nilai kapitalisasi pasar US$ 250 juta atau setara Rp 3 triliun lebih. Di Indonesia, Path lumayan populer. Morin bahkan pernah berucap, meskipun pengguna Path di Indonesia hanya 4 juta, namun mendominasi 30% trafik, termasuk yang paling aktif di dunia.
Path mendapat US$ 25 juta atau sekitar Rp 304 miliar dari Grup Bakrie Global. Jumlah ini setara dengan 38,5% dari total investasi US$ 65 juta yang telah masuk ke jejaring sosial itu sejak 2011.
Path sendiri berturut-turut mulai mendapat suntikan dana dari para pemodal sejak 2011 lalu dengan dana US$ 10 juta. Kemudian di tahun berikutnya kembali mendapatkan dana segar US$ 30 juta.
(ang/dru)











































