Benarkah Pertamina Akuisisi PGN? Dahlan: Nggak Mau Ngomong

Benarkah Pertamina Akuisisi PGN? Dahlan: Nggak Mau Ngomong

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 15 Jan 2014 14:13 WIB
Benarkah Pertamina Akuisisi PGN? Dahlan: Nggak Mau Ngomong
Foto: Dahlan Iskan (dok.detikFinance)
Jakarta - Kabar PT Pertamina (Persero) akan mengakuisisi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan menggabungkannya dengan PT Pertagas menyeruak. Namun pemerintah belum mau membicarakan hal ini.

"Nggak mau ngomong. Nggak mau ngomong," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan usai acara Gerakan Kewirausahaan Nasional serta penghargaan Wirausaha Muda Mandiri (WMM) dan Mandiri Young Technopreneur (MYT) di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (15/1/2014).

Menggunakan pakaian batik bercorak dominan coklat dan berlengan panjang, serta sepatu kets berwarna hitam, Dahlan tetap bungkam saat dikejar hingga memasuki mobil pribadinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah selaku pemegang saham Pertamina dan PGN memang tidak boleh bicara banyak soal rencana ini. Alasannya adalah, PGN perusahaan publik. Informasi ini bisa mempengaruhi harga sahamnya.

Namun seperti dikabarkan, pemerintah menyetujui opsi Pertamina mengakuisisi PGN yang merupakan BUMN yang bergerak di bidang operator pipa dan distributor gas. Persetujuan ini diperoleh dari rapat tertutup yang dipimpin Menteri BUMN Dahlan Iskan bersama dewan direksi dan komisaris Pertamina pada 7 Januari 2014 lalu.

Proses merger itu diperkirakan akan memakan waktu hingga 8 bulan. Nantinya, Pertamina akan mendapat kepemilikan saham sekitar 30-38% di perusahaan hasil merger tersebut. Sahamnya itu merupakan hasil konversi 100% saham Pertamina di Pertagas.

Sedangkan pemerintah kebagian 36-40% kepemilikan saham di perusahaan hasil merger setelah konversi 57% saham PGN. Sedangkan saham publik yang beredar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi sekitar 26-30% dari sebelumnya 43% sebelum merger.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads