Akuisisi ini terlebih dahulu harus melalui proses kajian PT Bahana Securities dan PT Danareksa Sekuritas. Dahlan beralasan restu akuisisi ini diberikan Kementerian BUMN karena Indonesia perlu punya perusahaan energi yang besar dan berkelas internasional.
Perusahaan seperti ini dipercaya bisa memberikan kontribusi besar bagi bangsa khususnya melalui sektor energi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya dengan perusahaan energi yang bersatu. Konflik soal pengelolaan pipa gas antara PGN dan Pertamina bisa hilang. Bahkan Dahlan menjelaskan pasca akuisisi nantinya pasokan gas bisa lebih masif hingga ke perumahan-perumahan.
"Sekarang semakin jarang ditemukan sumber minyak tapi makin sering ditemukan gas. Masa depan lebih bertumpu kepada gas. Pemikiran gas untuk rakyat itu harus dipentingkan. Kita inginkan di pemerintah, rumah-rumah penduduk dilayani pipa gas dan jadi model di perkotaan. Jangan bertumpu ke elpiji yang harus diangkut truk, modar-mandir tiap hari," sebutnya.
Dahlan ingin secepatnya skema atau opsi akuisisi PGN bisa diselesaikan. Menurutnya pemerintah akan mengikuti hasil kajian terbaik yang diputuskan oleh BUMN Danareksa dan Bahana.
"Kajian baru 1 minggu. Jadi belum diputuskan kapan bisa selesai. Tapi semakin cepat semakin baik," terangnya.
(feb/ang)











































