Dahlan: PGN Diakuisisi Pertamina, Harga Sahamnya Tak Akan Turun

Dahlan: PGN Diakuisisi Pertamina, Harga Sahamnya Tak Akan Turun

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Jumat, 17 Jan 2014 10:07 WIB
Dahlan: PGN Diakuisisi Pertamina, Harga Sahamnya Tak Akan Turun
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menilai keputusannya untuk merestui akuisisi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN/PGAS) oleh PT Pertamina (Persero) tidak akan mempengaruhi pergerakan harga saham PGN. Dahlan memandang rencana akusisi tersebut bakal membuat PGN justru lebih kuat.

"Orang pasar modal itu tidak begitu, pasar modal itu turun naik ya memang seperti itu, saya tidak percaya ini (akuisisi) bikin turun saham PGN," ujar Dahlan saat ditemui di kantornya, di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (17/1/2014).

Dia menjelaskan, dengan akuisisi tersebut, tidak ada akan mengurangi jumlah dan nilai saham yang dimiliki masing-masing pemegang saham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seandainya benar terjadi (akuisisi) tidak akan mengurangi kepemilikan, jumlah sahamnya juga tidak, nilainya juga tidak, paling persentasenya. Misal punya saham awalnya 50% nilainya Rp 100 juta, dengan akuisisi ini saham anda tinggal 25%, turun persentasenya tapi nilainya jadi Rp 200 juta, pilih mana persentase turun tapi nilainya kecil atau nilainya naik tapi persentasenya turun," jelas dia.

Untuk itu, Dahlan yakin jika rencana akuisisi ini tidak akan berpengaruh negatif terhadap saham PGN.

"Nggaklah. Kita lihat perkembangannya," tandasnya.

Saat ini, Saham PGAS berada di posisi 4.290, naik 30 poin atau 0,7%.

Sebelumnya, Dahlan akhirnya merestui akuisisi PGN oleh PT Pertamina (Persero). Dahlan merasa akuisisi ini dilakukan untuk kejayaan bangsa.

Akuisisi ini terlebih dahulu harus melalui proses kajian PT Bahana Securities dan PT Danareksa Sekuritas. Dahlan beralasan restu akuisisi ini diberikan Kementerian BUMN karena Indonesia perlu punya perusahaan energi yang besar dan berkelas internasional.

Perusahaan seperti ini dipercaya bisa memberikan kontribusi besar bagi bangsa khususnya melalui sektor energi.

(drk/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads