"Orang pasar modal itu tidak begitu, pasar modal itu turun naik ya memang seperti itu, saya tidak percaya ini (akuisisi) bikin turun saham PGN," ujar Dahlan saat ditemui di kantornya, di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (17/1/2014).
Dia menjelaskan, dengan akuisisi tersebut, tidak ada akan mengurangi jumlah dan nilai saham yang dimiliki masing-masing pemegang saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Dahlan yakin jika rencana akuisisi ini tidak akan berpengaruh negatif terhadap saham PGN.
"Nggaklah. Kita lihat perkembangannya," tandasnya.
Saat ini, Saham PGAS berada di posisi 4.290, naik 30 poin atau 0,7%.
Sebelumnya, Dahlan akhirnya merestui akuisisi PGN oleh PT Pertamina (Persero). Dahlan merasa akuisisi ini dilakukan untuk kejayaan bangsa.
Akuisisi ini terlebih dahulu harus melalui proses kajian PT Bahana Securities dan PT Danareksa Sekuritas. Dahlan beralasan restu akuisisi ini diberikan Kementerian BUMN karena Indonesia perlu punya perusahaan energi yang besar dan berkelas internasional.
Perusahaan seperti ini dipercaya bisa memberikan kontribusi besar bagi bangsa khususnya melalui sektor energi.
(drk/dru)










































