Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengatakan, perseroan akan menggunakan buku September untuk menghantarkan perusahaannya melakukan Initial Public Offering (IPO). Perseroan juga telah melakukan mini expose di BEI beberapa waktu lalu.
"Lorena pakai buku September. Jadi akhir Maret atau awal April batasnya. Sebelum Wika Beton dia mini expose," kata Hoesen di Jakarta, Jumat (17/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Struktur sama dengan dulu karena dia pernah public expose di 2013. Juga sudah ke OJK. Penjamin emisi Valburry. Lorena tadinya dia pakai buku Maret diundur karena prosesnya nggak keburu. Makanya dia urus lagi. Itu kan periodenya 6 bulan. Ganti buku, mini expose lagi," jelas Hoesen.
Seperti diberitakan sebelumnya Lorena siap melantai di dengan melepas sebanyak 750 juta lembar saham atau setara 42,8% dari modal disetor melalui skema Initial Public Offering (IPO).
Diharapkan, dengan IPO tersebut perseroan mampu memperoleh dana segar sekitar Rp 150-180 miliar.
Nantinya hasil IPO tersebut akan digunakan perseroan untuk mengembangkan ekspansi melalui penambahan jumlah armada dan planning trayek-trayek baru.
Sebagai informasi, rencana perseroan untuk menggelar penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO) pada semester I-2013 lalu sempat tertunda karena belum mendapatkan izin atau pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
(drk/ang)











































