Membuka perdagangan, IHSG berkurang 14,690 poin (0,33%) ke level 4.437,809 terkena aksi ambil untung. Indeks bergerak dalam rentang yang tidak terlalu lebar.
Saham-saham yang kemarin menguat kini balik arah negatif. Aksi jual makin lama makin ramai dilakukan oleh investor domestik dan asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (22/1/2014), IHSG menipis 5,312 poin (0,12%) ke level 4.447,187. Sementara Indeks LQ45 berkurang 0,154 poin (0,02%) ke level 751,171.
Ketika tidak ada sentimen positif yang beredar, investor pun galau antara berburu saham atau melepas portofolio untuk dana segar. Pergerakan investor asing juga tidak terlalu agresif hingga siang hari ini.
Empat indeks sektoral berhasil menguat, namun enam lainnya terjebak di zona merah. Koreksi terdalam dialami saham-saham di sektor konstruksi.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 122.786 kali pada volume 2,138 miliar lembar saham senilai Rp 2,959 triliun. Sebanyak 95 saham naik, sisanya 140 saham turun, dan 88 saham stagnan.
Bursa-bursa regional bergerak mixed hingga siang hari ini. Hanya bursa saham China yang mampu melonjak hingga lebih dari satu persen.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 33,53 poin (1,67%) ke level 2.041,84. Â
- Indeks Hang Seng menguat 37,07 poin (0,16%) ke level 23.070,19. Â
- Indeks Nikkei 225 turun 80,48 poin (0,51%) ke level 15.715,48. Â
- Indeks Straits Times menipis 2,49 poin (0,08%) ke level 3.131,27. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 850 ke Rp 44.150, Indocement (INTP) turun Rp 725 ke Rp 20.725, Matahari (LPPF) turun Rp 450 ke Rp 12.025, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 125 ke Rp 5.775.
(ang/dnl)











































