BII Yakin BI Segera Keluarkan Persetujuan Sub Debt
Selasa, 30 Nov 2004 14:22 WIB
Jakarta - Presdir Bank International Indonesia (BII) Henry Ho yakin pihaknya bisa memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia (BI) untuk menerbitkan obligasi subt debt sekitar 150 juta dolar AS."Kami tidak berpikir tidak akan mendapatkan persetujuan dari BI, kami tetap berharap bisa mendapat persetujuan untuk bisa menerbitkan sub debt itu secepatnya," kata Henry usai penandatanganan MoU layanan cash management dengan HSBC di gedung WTC, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta, Selasa, (30/11/2004).Henry mengaku hingga saat ini pihaknya belum memikirkan rencana lain seandainya BII tidak memperoleh persetujuan dari BI. "Tidak, tidak ada rencana lain saat ini. Saya rasa sub debt saja sudah cukup, karena kami punya CAR yang tinggi," kata dia.Terkait rumors di pasar tentang Temasek, salah satu pemilik BII, yang berencana menggabungkan BII dengan Bank Danamon yang sebagian sahamnya juga dimiliki Temasek, Henry mengaku tidak tahu sama sekali tentang rencana merger yang akan dilakukan pemegang saham tersebut."Memang kalangan pasar saat ini sedang membicarakan masalah itu, tapi saya sama sekali tidak tahu tentang itu," katanya.Dia menjelaskan, Temasek saat ini bukanlah satu-satunya pemilik BII, karena pemilik BII yang sebenarnya adalah Konsorsium Sorak yang juga terdiri dari Kookmin Bank dan Barclay Capital.Henry sendiri menilai sebaiknya Bank Danamon dan BII tumbuh secara terpisah karena masing-masing memiliki segmen pasar yang kuat pada area yang berbeda. "Kami punya model bisnis yang sangat berbeda," tegasnya.Sementara mengenai outlook BII ke depan, Henry mengaku yakin pertumbuhannya akan meningkat sejalan dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dia memperkirakan perekonomian Indonesia ke depan akan lebih baik, di mana foreign direct invesment akan bertambah dan akan lebih banyak investor baru yang akan berinvestasi di Indonesia.
(umi/)











































