Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di posisi Rp 12.185 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 12.175 per dolar AS.
Pada perdagangan preopening, IHSG anjlok 79,609 poin (1,79%) ke level 4.357,734. Sedangkan Indeks LQ45 terjun 20,517 poin (2,75%) ke level 726,521.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham berkapitalisasi besar langsung jadi sasaran aksi jual. Sentimen negatif dari pasar global dan regional membuat investor melepas saham.
Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG terpangkas 119,475 poin (2,69%) ke level 4.317,456. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 25,570 poin (3,42%) ke level 721,571.
Akhir pekan lalu IHSG jatuh 58 poin terkena aksi ambil untung yag didominasi investor asing. Dana asing sekitar Rp 300 miliar keluar dari lantai bursa akhir pekan ini.
Saham-saham di bursa Wall Street AS jatuh hingga 2% lebih pada perdagangan Jumat. Kondisi ini didorong oleh kekhawatiran perkembangan ekonomi di negara berkembang dan kekecewaan terhadap kinerja perusahaan di AS.
Neraca perdagangan Jepang mengalami rekor defisit senilai US$ 112 miliar di 2013, tertinggi sejak 1979. Ditambah dengan Wall Street yang juga anjlok, bursa-bursa di Asia pun berguguran.
Berikut situasi di bursa-bursa Asia pagi hari ini:
- Indeks Hang Seng anjlok 525,97 poin (2,34%) ke level 21.924,09.
- Indeks Nikkei 225 terjun 429,70 poin (2,77%) ke level 14.961,86.
- Indeks Straits Times amblas 45,14 poin (1,47%) ke level 3.030,85.
- Indeks KOSPI melemah 34,38 poin (1,77%) ke level 1.906,18.











































