Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka terjun bebas 149,292 poin (3,36%) ke level 4.288,051 terkena aksi jual masif sehingga menukik tajam sampai sempat balik ke level 4.200. Banyak sekali sentimen negatif yang beredar di pasar.
Saham-saham berkapitalisasi besar langsung jadi sasaran aksi jual. Akibat aksi jual ini indeks langsung merosot tajam ke posisi terendahnya di 4.286,444.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sentimen negatif dari pasar global dan regional membuat investor melepas saham. Aksi jual terjadi di seluruh lapisan saham tanpa kecuali, membuat koreksi indeks sektoral rata-rata lebih dari dua persen.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 149.540 kali pada volume 3,166 miliar lembar saham senilai Rp 2,869 triliun. Sebanyak 25 saham naik, sisanya 258 saham turun, dan 36 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih kompak jatuh di zona merah hingga siang hari ini. Neraca perdagangan Jepang mengalami rekor defisit senilai US$ 112 ditambah Wall Street yang juga anjlok jadi sentimen negatif.
Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 14,10 poin (0,69%) ke level 2.040,29. Β
- Indeks Hang Seng anjlok 462,41 poin (2,06%) ke level 21.987,65. Β
- Indeks Nikkei 225 jatuh 342,59 poin (2,23%) ke level 15.048,97. Β
- Indeks Straits Times melemah 40,22 poin (1,31%) ke level 3.035,77. Β
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Lion Metal (LION) naik Rp 1.500 ke Rp 13.500, SMART (SMAR) naik Rp 250 ke Rp 7.200, Cakra Mineral (CKRA) naik Rp 49 ke Rp 254, dan Saranacentral (BAJA) naik Rp 25 ke Rp 1.190.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.175 ke Rp 39.975, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.125 ke Rp 25.750, Astra Agro (AALI) turun Rp 1.125 ke Rp 21.625, dan Indocement (INTP) turun Rp 1.075 ke Rp 20.225.
(ang/dru)











































