Perusahaan yang didirikan almarhum Steve Jobs itu mencatat omzet US$ 57,6 miliar (Rp 576 triliun) berkat penjualan 51 juta iPhone.
Selain itu, perusahaan yang bermarkas di California itu juga sudah menjual 26 juta iPad sepanjang triwulan yang berakhir 28 Desember itu. Jumlahnya ini mencetak rekor, sama halnya dengan penjualan Mac yang menembus 4,8 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga menyambut baik para pelanggan kami yang sudah loyal selama ini, membuat kami akan terus mengembangkan diri supaya kualitas dan layanan produk-produk kami bisa lebih baik di masa mendatang," jelasnya.
Saat ini Apple masih menjadi perusahaan termahal di dunia serta yang paling likuid. Namun para analis memprediksi pangsa pasarnya sudah mulai tergerus secara perlahan karena banyaknya ponsel pintar dan tablet baru bermunculan.
Pasalnya, jika dibandingkan dengan laba tahun lalu maka Rp 131 triliun yang didapat akhir tahun lalu itu stagnan alias hampir sama meski lebih tinggi dari prediksi analis yang memperkirakan labanya akan turun.
Kendati demikian, Apple sendiri sudah memprediksi omzetnya akan turun di triwulan ini menjadi hanya sekitar US$ 42-44 miliar saja, bandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencapai US$ 57,6 miliar.
Akibat prediksi ini, saham Apple jatuh 5,7% ke level US$ 519,15 per lembar pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat.
(ang/ang)











































