Bursa Global Bisa Bikin IHSG Rebound

Rekomendasi Saham

Bursa Global Bisa Bikin IHSG Rebound

- detikFinance
Rabu, 29 Jan 2014 08:46 WIB
Bursa Global Bisa Bikin IHSG Rebound
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin masih mampu naik 18 poin meski asing lepas saham hingga lebih dari setengah triliun rupiah. Aksi beli investor domestik yang menopang penguatan kali ini.

Menutup perdagangan, Selasa (27/1/2014), IHSG naik 18,871 poin (0,44%) ke level 4.341,651. Sementara Indeks LQ45 menguat 4,854 poin (0,67%) ke level 727,253.

Semalam Wall Street berhasil rebound setelah mengalami koreksi lima hari berturut-turut berkat kinerja Pfizer yang melebihi ekspektasi pasar. Investor kini fokus ke langkah The Federal Reserve atas stimulusnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 90,68 poin (0,57%) ke level 15.928,56. Indeks S&P 500 bertambah 10,94 poin (0,61%) ke level 1.792,50. Indeks Komposit Nasdaq menguat 14,35 poin (0,35%) ke level 4.097,96.

IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini dibantu penguatan bursa global dan regional. Investor bisa mulai berburu saham-saham yang sudah murah.

Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melonjak 264,98 poin (1,77%) ke level 15.245,14. Β 
  • Indeks KOSPI naik 12,86 poin (0,67%) ke level 1.929,79. Β 

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin rebound +0,44% menyusul koreksi yang terjadi sebelumnya. Kenaikan indeks terjadi ditengah kekhawatiran rencana pemotongan stimulus oleh the Fed dan perlambatan pertumbuhan China. The Fed akan memulai meeting dua harinya pada hari ini, untuk menentukan kebijakan tapering. Sebelumnya pada meeting bulan Desember the Fed telah memotong stimulus sebesar USD10M menjadi USD75M/bulan. Meeting kali ini adalah meeting terakhir Bernanke sebagai Chairman, per 1Feb Jannet Yellen akan aktif sebagai Chairman yg baru. Mata uang Russia terdepresiasi terendah sejak 2009. Hal serupa juga terjadi pada rupiah. Rupiah menjadi sangat rentan karena posisi neraca transaksi berjalannya yg defisit dan juga ketakutan tapering lanjutan. Yield SUN kemarin menguat besar, 5 tahun menguat 29,6bps menjadi 8,263% dan 10 tahun menguat 39,5bps menjadi 9,176%. Yield SUN yang memburuk antisipasi dari inflasi Januari yg tinggi dan tapering Amerika. Hari ini IHSG diperkirakan masih akan bergerak volatile dengan kecenderungan melanjutkan rebound terbatas. Kisaran support-resistance 4.320-4.360.

Semesta Indovest
Bursa Wallstreet ditutup positif pada tadi malam dengan indeks Dow Jones naik 90,68 poin atau 0,57% mengakhiri pelemahan lima hari berturut-turut, S&P 500 naik 0,61%, dan Nasdaq naik 0,35%. Penguatan indeks ditopang oleh laporan kinerja perusahaan yang baik seperti Pfizer, Ford Motor dan DR Horton. Sementara itu sidang the Fed telah dimulai dan diperkirakan the Fed akan mulai melaksanakan tapering sebesar US$ 10 milyar menjadi US$ 75 milyar per bulan pada bulan ini. Dari data ekonomi, Consumer confidence naik ke level 80,7 pada Januari melebihi perkiraan.

Bursa Eropa ditutup positif terimbas baiknya data consumer confidence dan laporan kinerja perusahaan di AS. Indeks FTSE naik 0,33%, CAC naik 0.98%, DAX naik 0.62%.

Bursa Indonesia hari ini diperkirakan akan kembali bergerak menguat seiring munculnya sentiment positif naiknya bursa Wallstreet dan mulai munculnya minat beli investor. Saham-saham yang dapat diperhatikan hari ini antara lain SSMS, SIDO, KLBF, BMRI, CPIN.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads