PGN Rencanakan Buat Laporan Keuangan dalam Dolar AS

PGN Rencanakan Buat Laporan Keuangan dalam Dolar AS

- detikFinance
Rabu, 01 Des 2004 13:41 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) berencana membuat laporan keuangan yang disajikan dalam bentuk dolar AS. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerugian akibat adanya selisih kurs."Tapi kita harus mendapat izin dulu dari Menkeu, ini semua masih dalam proses. Laporan keuangan dalam bentuk dolar AS untuk translasi karena kalau rupiah melemah atau menguat, maka akan mengubah nilai tukar awal," kata Direktur Keuangan PGN Joko Pramono usai publik ekspose di Hotel Grand Hyatt, Jl. MH. Thamrin, Jakarta, Rabu, (1/12/2004).Selama ini usulan yang disampaikan baru sebatas sounding karena memerlukan proses lebih lanjut. Jika PGN menyampaikan laporan keuangan dalam bentuk dolar AS, maka ini merupakan yang pertama kalinya untuk perusahaan BUMN.Sementara untuk perusahaan swasta yang sudah menyampaikan laporan dalam bentuk dolar AS adalah PT Medco Energy Indonesia Tbk.Sampai September 2004, rugi kurs yang dialami PGN mencapai Rp 200 miliar karena pada awal tahun kurs yang dipatok sebesar Rp 8.465/dolar AS. Sementara jika rupiah hingga tahun terus melemah di level Rp 9.000/dolar AS akan membuat rugi kurs tetap ada.Sementara Dirut PGN WMP Simandjuntak mengatakan, saat ini pasar penjualan gas sangat besar, di mana pasar gas terutama diserap oleh sektor transportasi sebesar 47 persen dengan kebutuhan 30 juta kilo kubik/tahun diikuti sektor industri 19 persen dengan kebutuhan 12 juta kilo kubik/tahun.PGN, lanjutnya, juga telah memulai mega proyek pembangunan jaringan pipa gas senilai 1 miliar dolar AS dari ladang gas di Sumatera Selatan ke pelanggan di Jawa Barat dan Jabotabek.Proyek dua tahap ini untuk memasok 650 juta kaki kubik gas dan diharapkan tahap pertama selesai dilaksanakan pada tahun 2006 dan tahap kedua awal tahun 2007.Simandjuntak juga optimis mega proyek ini akan sukses dijalankan mengingat 50 persen volume pasokan gas yang ditawarkan telah terpesan habis oleh sekitar 100 pelanggan industri pada 24 November 2004.Dan, sisanya sebesar 50 persen yang akan ditawarkan diprediksi akan terserap habis mengingat saat ini masih terdapat 300 pelanggan industri yang masuk daftar tunggu.Dengan adanya mega proyek tersebut, Simandjuntak memperkirakan pendapatan PGN setelah tahun 2006 akan meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun 2004. Simandjuntak juga menjelaskan, saat ini PGN telah mengkaji rencana pembangunan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG), namun hal tersebut harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah mengingat ada peraturan khusus yang menanganinya.Untuk rencana penerbitan obligasi sekitar Rp 1 triliun-Rp 1,5 triliun, perseroan baru bisa menunjuk penjamin emisi pada kuartal I 2005. Sedangkan mengenai harga saham PGN yang saat ini masih terus berada di bawah harga IPO (Rp 1.500), yakni di level Rp 1.425, menurut Simandjuntak, saham PGN memang diinvestasikan untuk jangka panjang, sehingga kenaikannya tidak secepat yang diinginkan investor.Namun dia optimis saham PGN terus mengalami kenaikan karena prospek kinerja PGN yang terus meningkat. (umi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads